Peredaran Ekstasi Dikendalikan dari Rutan – FAJAR sulsel
News

Peredaran Ekstasi Dikendalikan dari Rutan

foto-ekstasi

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulsel, saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap pemilik 2.000 butir ekstasi yang diamankan kepolisian di Pelabuhan Soekarno Hatta, Senin (26/12/16). “Tapi untuk pemilik utama barang itu, kita sudah ketahui berinisial KR.

KR sendiri sedang ditahan di Rutan Salemba Jakarta. Disinyalir KR kendalikan peredaran barang itu dari dalam rutan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani didampingi Wadir Narkoba, AKBP Toto Tribowo, Kamis (29/12/16). Dicky menceritakan, digagalkannya penyelundupan 2.000 butir ekstasi itu berawal setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan masuk narkotika jenis ekstasi ke Makassar melalu Pelabuhan Soekarno Hatta.

Setelah mendapat informasi, anggota kemudian menuju pelabuhan. Alhasail, petugas berhasil mengamankan seorang lelaki, Deni (44) warga Sudiang saat hendak turun dari Kapal Kirana IX yang berlabuh dari Surabaya. “Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan ekstasi yang dibungkus dalam plastik. 14 paket plastik isi 100 butir dan 12 paket plastik berisi 50 butir. Barang itu disimpan dalam koper yang dimasukkan dalam sepatu,” ucap Dicky saat rilis pengungkapan ekstasi itu, di Mapolda Sulsel, kemarin.

Setelah dikembangkan kata Dicky, ditemukan penerima barang itu. Penerimanya adalah lelaki Sandi Paturusi alias Ciwo (30) warga Jl Monginsidi Baru. Namun, pada saat akan dilakukan pengembangan lanjutan, Deni yang tertangkap duluan mencoba melarikan diri. “Pelaku, Deni terpaksa dilumpuhkan karena sata akan dilakukan pengembangan lagi, dia berusaha melarikan diri. Meski sudah diberikan tembakan peringatan. Akhirnya, tembakan dibagian kaki menghentikan langkah Deni,” kata mantan Dir Sabhara Polda Kepri ini.

Selanjutnya tutur Dicky, penerima barang itu, yakni Sandi Paturusi alias Ciwo berhasil diamankan di Basement Karebosi Link. Setelah itu, diamankan dua orang perempuan. Keduanya, yakni Anni Salata (35) dan Mariam Chandra (60). Mereka ibur rumah tangga yang berdomisili di Jl Bali. “Kedua perempuan itu sudah pesan barang. Anni pesan ekstasi 120 butir, sedang Mariam pesan 300 butir. Ekstasi itu menurut kedua perempuan itu akan diedarkan di Makassar. Beruntung, kita amankan sebelum diedarkan, karena bisa membahayakan banyak orang,” turunya. (jay/ris)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top