Tampung Limbah Medis Berbahaya – FAJAR sulsel
News

Tampung Limbah Medis Berbahaya

BLHD Gowa Diduga “Main Mata”

Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Gowa diduga “main mata” dengan salah satu pengusaha pengelolaan limbah padat rumah sakit.

Pasalnya, beberapa pekan terakhir laboratorium milik BLHD setempat di Desa Balangbalang dijadikan tempat penampungan limbah infeksius (berbahaya) dari dua rumah sakit, RSUD Syekh Yusuf dan RS Siloam.

Dua rumah sakit ini memang mempercayakan pihak ketiga untuk mengangkut limbah medis hingga tempat pembuangan akhir (pemusnahan).

Namun, pihak ketiga yang dipercayakan itu menampung sementara limbah tersebut di laboratorium tersebut. Padahal, sesuai aturan pihak ketiga harus memiliki izin dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan untuk menampung limbah medis infeksius.

Bahkan, berdasarkan keputusan menteri kesehatan RI Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit, dijelaskan semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas merupakan limbah berbahaya.

Sumber Ujungpandang Ekspres menyebutkan, limbah medis ini ditampung di laboratorium itu hingga berbulan-bulan. Padahal, limbah ini sangat berbahaya bagi warga setempat, karena mengandung banyak virus dari limbah padat rumah sakit.

“Sebenaranya, pihak pengelola limbah ini tidak boleh menampung tanpa ada izin. Ini harus langsung dibawa ke kontainer untuk dimusnahkan di tempat pembuangan akhir,” katanya.

Diduga pihak ketiga hanya mengangkut hingga sampai di laboratorium milik BLHD Gowa ini. Padahal, seharusnya wajib memiliki kendaraan trailer untuk diangkut menggunakan kontainer smapai di pelabuhan. Salah satu karyawan pengelola limbah (PT MHA) mengaku tidak tahu soal perizinan.

“Limbah padat itu memang sengaja disimpan karena menunggu untuk dibawa ke Jakarta. Di sini tidak ada alat untuk musnahkan. Biasanya berbulan-bulan disimpan,” akunya.

“Untuk izin gudang saya juga tidak tahu persis ada atau tidak, Pak. Setahu saya kalau izin pengangkutan ada,” akunya lagi. Kepala Bidang Amdal BLHD Kabupaten Gowa, Erna yang dikonformasi beberapa hari lalu, menjelaskan bila PT. MHA yang mengelola limbah medis tersebut memiliki izin transportasi pengangkutan dan penyimpanan limbah padat milik perusahaan dan rumah sakit dari BLHD Gowa.

Dia juga mengakui limbah padat yang tersimpan hingga berbulan-bulan di tempat itu dianggap sesuatu yang wajar. “Perusahaan ini hanya bertanggungjawab untuk mengangkut dan menampung limbah-limbah tersebut dari rumah sakit. Bukan untuk memusnahkan,” katanya.

Dia tidak menyebutkan seberapa berbahaya limbah medis itu ditampung di tempat seperti ini tanpa adanya alat pelindung. “Perusahaan itu mempunyai izin dari kami selaku pengangkut, pengumpul limbah padat. Jadi untuk memusnahkannya memang harus dikemas kemudian dibawa ke Jakarta” jelanya.

Terpisah, Direktur Rumah Sakit Syekh Yusuf Gowa, dr Salahuddin mengakui, pihaknya melakukan dua pendekatan kepada pihak ketiga dalam mengelola limbah padat. Hanya saja, Salahuddin enggan menyebutkan pihak ketiga tersebut. “Kita ada dua pendekatan untuk pengeloaan limbah. Kalau limbah padat dikelola oleh pihak ketiga. Kalau limbah kita olah langsung karena sudah ada alatnya, jadi olah sendiri,” katanya.(sof)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top