Terendah di Tamangapa, Tertinggi di Endeh – FAJAR sulsel
News

Terendah di Tamangapa, Tertinggi di Endeh

Irwan-Adnan

Nilai Jual Objek Pajak

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Makassar mengalami kenaikan rata-rata 280% sejak tahun 2015. Kenaikan tersebut pun menjadi keluhan masyarakat. NJOP terendah berada di Kelurahan Tamangapa, Manggala pada saat ini. NJOP di kawasan ini sekitar Rp64 ribu per meter.

Sedangkan NJOP tertinggi di Kelurahan Endeh, Wajo yang mencapai Rp18,3 juta per meter. NJOP tersebut sesuai daftar yang dikeluarkan UPTD PBB Dispenda Makassar. NJOP tersebut berlaku sejak 2015 hingga saat ini. Dispenda Makassar pun berencana mengkaji Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada 2017 mendatang.

“NJOP 2017 kalau bisa rasionalisasi karena harus juga berpihak pada pada masyarakat,” tutur Irwan Adnan, Kepala Dispenda Makassar. Irwan mengaku, pihaknya belum bisa memastikan perubahan NJOP pada tahun depan. Jika mengalami peningkatan tentu akan memberatkan masyarakat.

Jadi, perubahan NJOP tentu memerlukan kajian yang mendalam. Menurutnya, NJOP tergantung dari aksesibilitas. Aksesibilitas yang memudahkan tentu akan diiringi dengan meningkatnya NJOP. “Ada yang buka jalan pasti harga lahan naik,” katanya. Kendati demikian, lanjut Irwan, fenomena transaksi di lapangan masih banyak yang diatas NJOP.

Sayangnya, masih banyak pula warga yang belum transparan terhadap laporan transaksinya. Sehingga, realisasi pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Makassar masih jauh dari harapan. Sebab, PBB berdasarkan klasifikasi dan penetapan NJOP. “Penetapan NJOP di-sk-kan tiap tahun, meski tidak banyak yang berubah,” katanya.

Sekadar diketahui, NJOP di Makassar meningkat signifikan pada 2015 lalu. Rata-rata kenaikan NJOP mencapai 280%. Sebelumnya, staf UPTD PBB Dispenda Makassar, Safrin mengatakan, penentuan NJOP ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No 150/PMK.03/2010 tentang klasifikasi dan penetapan NJOP sebagai dasar Pajak Bumi dan Bangunan. (rul/ris)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top