Diduga Masih Ada TGC Ilegal Beroperasi – FAJAR sulsel
News

Diduga Masih Ada TGC Ilegal Beroperasi

TGC

MALILI—Ada beberapa lokasi Tambang Galian C (TGC) di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) yang tidak mengantongi izin (ilegal, red) masih terus melakukan aktivitas. Padahal beberapa waktu lalu, Wakil Bupati (Wabup) Lutim, Irwan Bachri Syam, telah melakukan penutupan dibeberapa TGC yang diduga kuat tidak mengantongi izin. Wabup disela-sela penutupan TGC ilegal meminta kepada para pemilik tambang untuk tidak melakukan kegiatan pertambangan sebelum dilengkapi perizinan.

Dari tujuh titik lokasi TGC ilegal yang tersebar dalam wilayah Kabupaten Lutim, yakni di Desa Kasintuwu Kecamatan Mangkutana dua titik, di Desa Puncak Indah Kecamatan Malili satu titik, dan di Desa Balantang Kecamatan Malili empat titik. Namun ke tujuh tambang tersebut ada beberapa diantaranya masih terus melakukan kegiatan.

Domain yang mengeluarkan perizinan kegiatan pertambangan saat ini adalah pemerintah provinsi. Tapi yang jelasnya dampak lingkungan yang mungkin saja ditimbulkan atas kegiatan tersebut adalah masyarakat sekitar yang ada di Kabupaten Lutim.

Untuk itu masyarakat berharap kepada pemerintah Lutim agar tegas dalam menyikapi hal tersebut.

Pernyataan tegas dan penyegelan TGC ilegal sudah dilakukan langsung orang nomor dua di Bumi Batara Guru belum lama ini, hanya saja masih ada beberapa diantaranya masih melakukan aktivitas.

Padahal penyegelan itu dibantu bersama Satuan Polisi Pamong Praja. Dan bahkan sebelumnya, Pemkab Lutim sudah melayangkan surat teguran kepada para pemilik tambang untuk tidak melakukan kegiatan pertambangan sebelum memiliki izin. Akan tetapi hal itu tidak direspon oleh pemilik tambang.

“Kenyataannya, masih ada beberapa diantaranya melakukan aktivitas pertambangan. Agar masalah ini tidak terus berlarut-larut, masyarakat berharap, pemerintah tetap tegas dalam menangani masalah ini,”ucap salah seorang warga Malili, yang minta namanya tidak dikorankan, Senin, 2 Januari 2017.(akm/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top