Judas Berbuat Ikhlas dan Tulus – FAJAR sulsel
News

Judas Berbuat Ikhlas dan Tulus

* Palopo Penuh Harapan, Malam Pergantian Tahun di Luwu Raya Aman

MALAM PERGANTIAN TAHUN : Hilir mudik kendaraan mewarnai malam pergantian tahun di Kota Palopo, Sabtu 31 Desember 2016. Mobilitas tinggi terjadi di lagota plaza sebagai pusat keramaian dengan maraknya pesta kembang api. Tampak Wali Kota Palopo, HM Judas Amir bersama muspida meniup terompet tepat saat detik detik tahun telah masehi telah berganti.

PALOPO — Kota Palopo punya sejarah yang tidak bisa dilupakan. Itu terjadi bulan Januari 2004. Bom meledak di kafe Sampoddo. Belajar dari kasus ini, pemerintah dan aparat keamanan mewanti-wanti tragedi yang menewaskan empat orang tidak terulang. Alhamdulillah..! Detik-detik menyambut datangnya 2017 berlangsung aman dan kondusif di Kota Palopo.

Begitu juga di daerah lainnya. Seperti dari Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur. Kemudian Tana Toraja dan Toraja Utara. Malam jelang 1 Januari 2017 berlangsung aman dan lancar. Masyarakat tumpah ruah ke jalan.

Mereka memadati sejumlah titik yang ditetapkan pemerintah sebagai pusat kegiatan menyambut datangnya tahun ayam api. Datang bersama keluarga. Ada yang naik motor, ada juga yang memakai mobil. Datang tertib, pulangnya lebih tertib lagi. Jalan utama padat kendaraan. Mulai terlihat pukul 19:30 Wita. Kendaraan seliweran kesana kemari. Ada juga yang langsung menuju titik tempat acara.

Walau padat kendaraan, jalanan tetap lancar dan tertib. Tampak polisi lalulintas mengatur kendaraan agar tidak terjebak macet. Polisi dibantu personil dishub terlihat berdiri di tengah jalan. Motor dan mobil yang melintas sesekali membunyikan klakson sebagai kode ke arah petugas.

10 menit mau masuk 1 Januari 2017, bunyi kembang sudah mulai terdengar di atas langit kota idaman. Tepat pukul 00, pesta kembang api dimulai. Menggema. Ini jadi tontonan menarik masyarakat. Tidak ada putusnya selama kurang lebih 1 jam. Di sepanjang Jalan Andi Djemma, masyarakat dan anak muda turun melepaskan kembang apinya ke udara. Begitu juga di titik yang pemerintah tetapkan. Pesta kembang api menyambut datangnya 2017 sekaligus melepas tahun monyet api.

“Selamat tahun baru, bro”. Demikian kalimat yang terucap di malam itu. Ada juga menyebut sebutan. “Mat tahun baru ayah”. Kalimat ini lebih mesra lagi. “Selamat tahun baru sayang”. Ada juga bahasa gaul yang tidak asing lagi. Dan, masih banyak lagi ekspresi lain dalam meluapkan pergantian malam tersebut.

Intinya, dari luapan kegembiraan ini, masyarakat berharap begitu pula kehidupan di 2017. Perekonomian lebih baik lagi. Keamanan terjamin sehingga masyarakat tidak perlu lagi was-was dalam berusaha. “Semoga 2017 semakin baik dan lebih baik lagi,” ujar Eriawan, salah seorang warga Palopo yang diwancarai.

Hal yang sama diutarakan Ny. Nadia, ibu rumah tangga asal Wara. “Semoga 2017 semua harga terkendali dengan baik,” harapnya.
Apa yang menjadi harapan masyarakat Palopo, itu juga yang akan dibuat Pemerintah Kota Palopo. Wali Kota HM Judas Amir punya harapan besar untuk mendorong pembangunan Palopo. Jauh lebih baik lagi.

Wali Kota Palopo HM Judas Amir, menyampaikan, semua pihak berharap 2017 semua hal akan lebih baik lagi. Termasuk masyarakat berharap ada peningkatan dalam segala hal, baik termasuk peningkatan taraf hidup masyarakat.

Wali kota Judas Amir optimis target pembangunan di 2017 bakal tercapai. Bahkan lebih baik tahun sebelumnya. ”Selaku pemerintah saya selalu berharap yang terbaik buat masyarakat, dan apa yang saya lakukan ini ikhlas dan tulus. Bukan semata-mata untuk kepentingan tertentu atau kepentingan sepihak,” ujarnya.

Pemerintah Kota Palopo mengawali malam pergantian dengan dzikir yang dilaksanakan di Gedung Saodenrae Convention Center (SCC).
Usai dzikir bersama yang dilaksanakan hingga pukul 23:00 Wita, wali kota Palopo bersama Dandim 1403 Sawerigding, Letkol Kav Cecep Tendi Sutendi, dan Kapolres Kota Palopo, AKBP Dudung Adijono, menyempatkan diri menyapa warga di tiga titik pelaksanaan kegiatan sekaligus mengontrol kondisi pelaksanaan kegiatan menyambut tahun baru.

Diawali di Kecamatan Wara Timur, tepatnya di pelabuhan Tanjung Ringgit. Rombongan wali kota Palopo disambut Kadis DPPKAD, Hamzah Jalante, Camat Wara Timur, dan beberapa lurah. Hamzah berterima kasih kepada wali kota Palopo yang menyempatkan untuk berbaur bersama masyarakat Wara Timur, khususnya masyarakat yang ada di sekitar pelabuhan tanjung ringgit.
Di pelabuhan, dandim 1403 Sawerigading diberi kesempatan untuk menyampaikan sepata kata yang intinya memberi motivasi. Ia menyampaikan, selama tahun 2016 banyak hal yang telah dilakukan untuk memberikan rasa aman dan tenteram bagi masyarakat.

Namun, dirinya tidak menutupi kalau ada saja yang mungkin luput dari perhatian dirinya selama menjabat sebagai dandim. ”Beberapa persoalan dan hal-hal yang terjadi pada 2016 ini mampu kita selesaikan bersama. Namun, semuanya tidak mungkin baik, tanpa bantuan dan keterlibatan masyarakat, apalagi cakupan wilayah kodim 1403 yang cukup luas,” ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, ada saja yang mungkin luput dari pantaun anak buah di lapangan. ”Namun, kami harap masyarakat dapat memaklumi, karena semua kebaikan yang kita dapatkan selama ini dapat berjalan baik tidak lepas dari keterlibatan masyarakat dan pemerintah secara aktif,” ungkap dandim.

Ia juga berterima kasih selama menjabat di Kota Palopo, pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Belum lagi program pemerintah yang betul-betul ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Hal ini, kata dia, tentu akan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat. ”Kita berharap pada 2017 semua kekurangan yang menjadi catatan pinggir pada 2016 akan kita perbaiki, dan tetap berharap dukungan pemerintah dan masyarakat,” ungkap dandim.

Usai bercengkerama dengan masyarakat Kecamatan Wara Timur, rombongan wali kota kemudian bergerak ke arah Lagota di Kecamatan Wara. Rombongan juga menyapa beberapa kelompok-kelompok masyarakat sepanjang jalan yang berkumpul menunggu pergantian tahun.

Di Lagota, giliran Kapolres Palopo AKBP Dudung Adijnono memberikan sambutan. Kata dia, selama 2016 beberapa kasus yang mendominasi. Ada kasus penganiayaan, keributan antara kelompok, dan masalah kekerasan dalam rumahtangga (KDRT). Kemudian kasus naroba. ”Untuk tahun 2017 kita berharap mengalami penurunan, bahkan sebisa mungkin masalah-masalah yang bisa diselesaikan dengan jalan kekeluargaan bisa lebih diutamakan,” pintanya.

Dan yang terpenting adalah beberapa persoalan keributan di masyarakat hampir semua dipicu karena mabuk minuman keras, utamanya minuman tradisional ballo. ”ini saya sampaikan untuk memberikan catatan bahwa ballo itu sangat memengaruhi kondisi dan keamanan di masyarakat, apalagi memang selain murah juga sangat gampang untuk mendapatkan minuman tradisional tersebut,” ungkap Kapolres.

Khusus kasus narkoba, pada 2016 tercatat ada 82 kasus yang ditangani oleh Polres Palopo. Ini artinya ada peningkatan dalam hal penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya.

Ironisnya, beberapa kasus menjerat kalangan anak-anak. Itu artinya kurangnya pengawasan dari orang tua terhadap anak-anak sehingga mereka dengan mudah mencoba dan mengkonsuminya. ”Jadi selain ballo, konsumsi obat-obat khusus seperti destro dan semacamnya juga menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan, sehingga sangat dibutuhkan kerjasama yang baik dan pengawasan dari orang tua terhadap pergaulan anak anak mereka,” ungkapnya.

Hal lain yang menjadi catatan kapolres adalah masih banyaknya anak-anak sekolah yang keluyuran malam pukul 21:00 hingga 02:00 Wita, dini hari. Ini tentunya sangat mengkhawatirkan karena pada jam-jam tersebut harusnya mereka sudah istirahat karena sekolah, dimana ini tidak akan terjadi jika para orangtua mengawasi pergaulan anak-anak mereka.

”Dengan keluyurannya anak-anak sekolah hingga dinihari tersebut tentunya akan membuka jalan bagi mereka untuk melakukan hal hal yang bertentangan dengan apa yang kita harapkan,” jelas kapolres.

Usai berkumpul bersama masyarakat di Lagota, Wali kota Palopo yang didampingi plt sekkab Jamaluddin Nuhung, Ketua DPRD Harisal Al Latief, dan beberapa kepala SKPD kembali menuju pelataran SCC sebagai pusat pelaksanaan detik-detik menyambut pergantian tahun. Acara pergantian tahun diawali dengan pembacaan Deklarasi Palopo Bebas Narkoba.

Tepat pukul 00:00, memasuki acara puncak pergantian tahun wali kota Palopo berkesempatan menekan tombol sirine sebagai tanda memasuki tahun 2017. Diikuti dengan peniupan terompet oleh semua yang hadir.

Unsur muspida Palopo sangat bersyukur malam pergantian Palopo di berlangsung aman dan tertib di sejumlah titik. Terlebih di empat tiik yang telah ditetapkan bersama.

Yaitu, SCC, pelabuhan tanjung ringgit, Lagota, dan pusat hiburan. Peringatan tahun baru di sejumlah THM berlangsung aman dan lancar. Semuanya terkendali dengan baik. ”Ini berkat pengamanan yang diberikan kepolisian dan TNI. Sehingga semuanya lancar,” ujar wali kota HM Judas Amir.

Masyarakat benar-benar puas merayakan tahun baru. Tidak ada ancaman bom. Bicara soal bom, Palopo miliki sejarah yang kelam soal itu. Ceritanya di Januari 2004. Sebuah bom rakitan meledak di Kafe Sampodo Indah, pukul 22:45 Wita. Ledakan yang diduga berasal dari sebuah bom rakitan itu mengakibatkan empat warga tewas dan tiga lainnya luka berat.

Empat korban yang meninggal dunia diketahui bernama Abdurrahman, 26 tahun, warga Desa Balo, Kecamatan Belopa, Ambo, 26 tahun, Jalan Lagaligo, Kota Palopo, Sumarni, 30 tahun, pelayan kafe asal Surabaya, Jawa timur, serta Suratman, 30 tahun, pengunjung kafe warga Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu. Ada juga korban luka dan saat ini menjadi saksi kelam tersebut.(rhm/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top