Mengawal Program Wirausaha Baru Pemprov Sulsel – FAJAR sulsel
News

Mengawal Program Wirausaha Baru Pemprov Sulsel

Bahrul-Ulum-Ilham

Bahrul Ulum Ilham Konsultan PLUT KUMK Sulsel

Harian Upeks edisi 30 Desember 2016 di halaman utamanya mengangkat prestasi Pemerintah Sulawesi Selatan melalui Dinas Koperasi dan UMKM dalam penciptaan wirausaha baru.

Pemprov melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berhasil mencetak 10 ribu pengusaha baru hingga akhir tahun 2016, terdiri dari 500 kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 20 usaha.

Sebelumnya, sejak tahun 2014 jumlah kelompok usaha baru sebanyak 482, pada tahun 2015 naik menjadi 500 kelompok dan pada tahun 2016 sebanyaki 500 kelompok usaha.

Saya kira Pemerintah Sulawesi Selatan sejak tahun 2014 ini telah melaksanakan program penciptaan wirausaha muda pada tiap desa. Program unggulan Pemprov Sulsel ini menargetkan 20 wirausahawan muda tiap desa selama lima tahun atau 100 wirausaha baru per desa.

Untuk menunjang pencapaian target tersebut, Pemprov menyelenggarakan diklat wirausaha baru dan memberikan paket bantuan modal yang diatur dalam Pergub No. 10 tahun 2014 tentang diklat kewirausahaan dan penghargaan wirausaha di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam Pergub disebutkan, program wirausaha desa bertujuan untuk mendorong pemuda menjadi wirausaha dengan penyediaan modal kerja sebagai stimulus dalam pengembangan usaha ekonomi produktif yang digerakkan oleh pemuda desa/kelurahan.

Sasaran target pencapaian wirausaha yaitu sebanyak 20 orang (1 kelompok) per desa/ kelurahan dari 3.023 desa/kelurahan di Sulsel sehingga akan tercapai 60.460 orang per tahun atau tercapai 302.300 orang dalam 5 tahun dengan 15.115 kelompok usaha ekonomi produktif.

Program Pemprov Sulsel mendorong dan menumbuhkan minat berwirausaha kalangan pemuda di desa patut diapresiasi. Melalui program ini pula diharapkan dapat membangun jiwa dan semangat berwirausaha bagi kalangan masyarakat, khususnya generasi muda merupakan salah satu upaya dalam menciptakan dan membuka lapangan kerja baru, baik untuk dirinya sendiri (job creator) maupun diharapkan mampu memberi kesempatan kerja bagi orang lain (job givers).

Kita menyambut baik program wirausaha Pemprov karena mengutamakan pemuda dan berbasis desa. Dalam isu kewirausahaan, golongan pemuda memang perlu memperoleh perhatian khusus. Selain sebagai nafas zaman, kaum mudalah yang senatiasa menjadi incaran pemasaran sebagai segmen pasar potensial. Posisi pemuda juga strategis dan khas secara budaya dan kondisi fisik serta emosional. Para pemudalah juga yang nanti mengalami masa “bonus demografi”, menghadapi persaingan global, serta paradigma kehidupan yang baru.

Wirausaha berbasis desa menjadi keniscayaan melihat masih banyaknya kemiskinan, sementara potensi sumber daya alam melimpah. Solusinya terletak pada kemauan dan kemampuan masyarakat, terutama pemuda di desa. Kemauan harus ada dan kemampuan bisa dilatih dan ditingkatkan secara continue sehingga para pemuda desa mau dan mampu bangkit, mengolah dan mengoptimalkan potensi desanya.

Patut dicatat, kewirausahaan adalah salah satu aktivitas penghidupan (life skills) yang dampaknya luar biasa dan mempunyai daya ungkit (leverage) yang tinggi. Aktivitas tersebut berawal dari adanya kultur (nilai-nilai, sikap, dan perilaku) yang tertanam dalam individu yang bersangkutan maupun lingkungannya sehingga prosesnya tidaklah instan.

Entreprenership adalah sebuah perjalanan (journeys), setelah tertanamnya kultur kewirausahaan, perjalanan kewirausahaan akan diteruskan dengan adanya kesadaran (awareness) tentang pentingnya kewirausahaan; terbentuknya embrio wirausaha (nascent entrepreneurs) yang secara sadar berani mencoba-coba usaha bisnisnya sesuai minat, bakat, dan potensi mereka; dan tekad dan action untuk menjadi Wirausaha Muda Pemula/WMP (start-up entrepreneurs) dengan segala risiko yang sudah dipertimbangan.

Di sisi lain, tumbuhnya semangat dan kualitas kewirausahaan ini sangat bergantung pula pada lingkungan makro. Pemerintah dan masyarakat berperan menciptakan iklim investasi yang kondusif, peraturan persaingan usaha yang sehat, penegakan hukum yang konsisten dan tidak pandang bulu, serta modal sosial yang kuat. Bila tidak, walaupun melahirkan banyak pengusaha maka yang lahir sesungguhnya adalah “wirausahawan semu” yang muncul tak lebih karena mental korup, dekat dengan kekuasaan atau karena nepotisme dan kolusi.

Mengawal Program

Program wirausaha desa Pemprov Sulawesi Selatan seharusnya didukung dan dikawal berbagai pihak. Program ini semoga menjadi momen strategis untuk menggerakkan sinergi berbagai pemangku kepentingan di Sulawesi Selatan dan menjadi strategi jangka panjang untuk mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan antara berbagai pihak baik pemerintah, akademisi, dunia usaha, asosiasi, maupun tokoh masyarakat.

Belajar dari beberapa program, berbagai instansi pemerintah maupun swasta dalam melaksanakan program pembentukan kewirausahaan kadang menunjukkan tidak adanya suatu kesamaan pandangan baik misi dan visi sehingga terjadi pelaksanaan program berjalan sendiri-sendiri dan tidak terintergrasi antara instansi pemerintah. Akibatnya sumber dana yang keluar dalam jangka panjang dapat dikatakan “sia-sia” atau belum dirasakan manfaatnya secara kesinambungan.

Kita berharap program wirausaha desa Pemprov dapat menjawab kebutuhan akan tersedianya sejumlah wirausaha baru (entrepreneur) yang unggul melalui perencanaan yang jelas, langkah-langkah yang konkrit, konsisten dalam penyelenggaraan serta didukung semua pihak. Program penciptaan wirausaha baru yang tangguh dapat dilakukan melalui penciptaan iklim yang mampu menanamkan budaya wirausaha sehingga mendorong minat para pemuda untuk berwirausaha. Selain itu, pada tataran operasional dapat ditempuh pola inkubasi bisnis melalui pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Karena itu dalam program wirausaha desa sangat penting melakukan rekrutmen secara tepat calon wirausaha yang akan dilatih, menyiapkan perangkat modul materi yang handal, penyusunan model business plan yang sederhana, pemberian materi kewirausahaan yang praktis dan menarik, serta dukungan pasca pelatihan, baik melalui mentoring maupun magang. Adapun pemberian modal hanya sebatas stimulus yang seharusnya dilakukan seleksi secara ketat dan tepat sasaran oleh tim independen.

Kita juga berharap program wirausaha desa tidak dijalankan melalui pendekatan proyek, sehingga program tersebut berjalan sebatas masa proyeknya. Dalam hal ini pemerintah sendiri harusnya sudah mempersiapkan tindakan yang harus dilakukan pasca program yang terpadu dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM dengan melibtakan berbagai stakeholder, berkesinambungan, dan dilaksanakan penuh komitmen.Semoga

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top