Omzet Ritel di Sulawesi Rp10,6 T – FAJAR sulsel
News

Omzet Ritel di Sulawesi Rp10,6 T

03-01-F-Memet-Ritel-di-Makassar

Industri Tumbuh Dobel Digit

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Perekonomian masih disetir konsumsi, industri ritel menjadi barometer utama Industri ritel tahun ini yang diproyeksi masih bisa tumbuh lebih dari 10%.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mandey, dalam siaran persnya ke Upeks, Senin (2/1/16), menyebutkan, total nilai penjualan ritel pada 2015 mencapai Rp181 triliun dan 2016 diprediksi Rp200 triliun.

“Tahun 2015, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 4,7%, kami menutup di angka 8%. Kami harapkan bisa menutup di angka 10% pada 2016 ini,” ujar Roy.

Dia menjelaskan, pertumbuhan digit ganda tersebut terdorong oleh perbaikan kondisi makroekonomi. Daya beli masyarakat mulai membaik karena inflasi dapat ditekan di level rendah, yakni kurang dari 4%.

Kemudian, harga energi seperti listrik, gas, dan bahan bakar minyak (BBM) juga lebih stabil. “Lalu, suku bunga Bank Indonesia yang telah turun tiga kali masing-masing 0,25% dan ini membantu masyarakat untuk meminjam dana,” katanya.

Untuk 2017, pihaknya optimistis pertumbuhan penjualan di industri ritel melebihi tahun ini, seiring dengan prediksi pertumbuhan ekonomi pada 2017 yang mencapai 5,4%. “Kita optimistis tahun ini minimal sama 10%,” tuturnya.

Di sisi lain, Roy berharap pemerintah dapat terus mendorong daya beli masyarakat. “Konsumsi tetap prioritas bagi masyarakat. Di Indonesia khususnya PDB (produk domestik bruto, red) masih didominasi konsumsi rumah tangga,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Koordinator Wilayah Timur Aprindo, Abraham Ibnu, menyatakan, nilai penjualan ritel secara nasional pada tahun depan, khususnya di wilayah Indonesia Timur, diproyeksikan masih didominasi Jawa Timur.
Perkembangan nilai penjualan ritel di Jatim setiap tahun selalu meningkat. Pada 2015, kontribusi Jatim sebesar 11,3%, lalu meningkat menjadi 12,7% dan tahun depan diproyeksikan 13,5%.

Optimisme pada tahun depan tidak terlepas dari pertumbuhan perekonomian Jatim yang tahun ini bisa berada di atas rata-rata nasional. Tentu, diharapkan tahun depan perekonomian Jatim mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi daripada 2016.

Aprindo Wilayah Timur membawahi Jatim, Bali, dan Sulawesi yang mencakup Sulawesi Selatan, Tengah, dan Utara. Kalau Jatim pada 2016 berkontribusi 12,7%, di urutan berikutnya ada Sulawesi dengan kontribusi 5,3%, lalu Bali dengan persentase 2,6%. Penjualan ritel di Sulawesi pada 2016 sebesar Rp10,6 triliun dan Bali Rp5,2 triliun.
(met/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top