Persis Belokan ke Lolai, Macet Sepanjang 3 Ribu Meter – FAJAR sulsel
News

Persis Belokan ke Lolai, Macet Sepanjang 3 Ribu Meter

*Pengunjung Minta Pengelola Jaga Kelancaran Lalu Lintas

RANTEPAO–Mulai Hari Raya Natal hingga memasuki tahun baru 2017, kunjungan wisatawan ke obyek wisata Lolai Kecamatan Kapalapitu yang dijuluki ‘Negeri di Atas Awan’ ini semakin meningkat, sehingga menyebabkan kemacetan panjang yang jaraknya kurang lebih 3 kilometer.

Akibat kondisi kemacetan lalulintas tersebut, banyak pengunjung merasa kesal dan kecewa, sebab tidak adanya petugas yang mengatur lalulintas sepanjang jalan, mulai dari jalan poros belokan ke titik obyek wisata yang jaraknya kurang lebih 11 kilo meter.

Pantauan Palopo Pos Senin, 2 Januari kemarin, penyebab kemacetan lalu lintas, selain jalanan yang sempit, juga tidak adanya petugas yang melakukan penjagaan dan pengaturan kendaraan di sepanjang 11 km mulai dari belokan masuk menuju obyek wisata dari jalan poros Singki-Alang-Alang.

Kemacetan yang terparah terjadi pada radius kurang lebih 3 kilometer dari obyek wisata Lempe Lolai. Sebab, rupanya dari jarak tersebut juga sudah ada 2 lokasi obyek wisata yang sudah ramai dikunjungi, namun destinasinya sama yakni obyek wisata awan. Hanya saja, untuk obyek wisata lempe lolai selain awannya ada juga ada rumah adat Torajanya atau yang biasa disebut Rumah Tongkonan.

“Sudah dua lokasi obyek wisata awan sebelum dapat Obyek Wisata Lempe. Kami yang pertama namanya obyek wisata To’ Tombi Lolai, kemudian Obyek Wisata Mentiro Tiku, dan terakhir Obyek Wisata Lempe,” kata petugas kolektor di lokasi Obyek Wisata To’ Tombi Langi, Senin 2 Januari pagi kemarin.

Karena macetnya kendaraan, pengunjung obyek wisata To’Tombi Langi’ yang ingin pulang, terpaksa harus menunggu lama sampai selesainya kendaraan para pengunjung lewat dari obyek wisata Lempe dan Mentiro Tiku.

Kolektor karcis masuk yang bertugas di obyek wisata di To’ Tombi Lolai, mengaku kalau karcis yang terjual dari kemarin siang, atau Minggu 1 Januari 2017 sampai pagi pukul 9: 00 Wita Senin, 2 Januari , mengaku ada 20 blok karcis terjual , yang nilainya per blok sebanyak Rp1.000.000,- atau jumlah total dari 20 blok karcis itu senilai Rp20.000.000,-
Salah satu pengunjung di Obyek Wisata To’Tombi Lolai, bernama Rety dari Jakarta, mengatakan pada Palopo Pos, bahwa sangat okelah pemandangan awannya, memang menarik dan terpesona kita memandangnya, hanya saja kenapa lalulintasnya tidak ada yang mengatur dengan baik.

“Nanti pengunjung para ribut-ribut untuk mau keluar tapi tidak bisa karena macet, barulah pengelola obyek wisata kasak-kusuk mengatur. Meski dia sudah atur tapi sudah terlambat dan seharusnya diantisipasi sedini mungkin. Kita kan masuk membayar, masak tidak dijaga kenyamanan para pengunjung,” kata Rety dengan nada kesal.

Rety, yang mengaku mengajak keluarga untuk berwisata menggunakan tiga mobil, memberi solusi bagi ke tiga pengelola obyek wisata yang berbeda lokasi itu, yakni obyek wisata Lempe, Mentiro Tiku dan To’Tombi Lolai agar intensif koordinasi dalam pengaturan lalulintas sehingga tidak ada kemacetan.

“Ketiga obyek wisata ini harus bertanggung jawab sepenuhnya agar jangan terjadi kemacetan lagi. Kasihan dong pengunjungnya yang harus menunggu lalama-lama baru bisa kendaraannya lewat,” pungkas Rety.

Inforamasi yang dihimpun Palopo Pos, menyebutkan ketiga obyek wisata tersebut hingga kini belum ada kerjasama dengan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara (Torut).

Tidak seperti pada obyek wisata lainnya yang sudah menghasilkan ( pengunjung membayar karcis masuk,Red) sudah ada kerjasama antara pihak pengelola obyek wisata dengan pemerintah daerah dengan presentase pembagian hasil 40 persen untuk pemerintah daerah dan 60 persen untuk pengelola obyek wisata.

Terkait dengan hal tersebut, dihubungi Kepala Dinas Pariwisata Torut, Innocentius Rantepasang via selulernya lewat SMS Senin, 2 Januari kemarin, tetapi tidak memberikan jawaban atau penjelasan.(uka/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top