Sambut Tahun Baru, Bupati Zikir Bersama – FAJAR sulsel
News

Sambut Tahun Baru, Bupati Zikir Bersama

BELOPA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu bersama elemen masyarakat Kabupaten Luwu menggelar zikir bersama, Sabtu 31 Desember 2016 malam.

Kegiatan ini untuk menyambut pergantian tahun 2016 ke tahun 2017 di Masjid Agung Belopa.
Zikir bersama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Luwu di Masjid Agung Belopa ini dihadiri langsung Bupati Luwu HA Mudzakkar, Wakil Bupati Luwu H Amru Saher, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Andi Tenrikarta Mudzakkar bersama jajaran, Sekda Luwu H Syaiful Alam, Kapolres Luwu AKBP Ahmad Yanuari Insan, para pejabat dan PNS lingkup Pemkab Luwu, BKMT Kab Luwu serta PHBI Kabupaten Luwu dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat
Bupati Luwu, HA Mudzakkar dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Luwu bersama wakil rakyat DPRD Luwu telah mengesahkan APBD tahun 2017 sebagai dasar pelaksanaan pembangunan di masyarakat. Kunci utama pembangunan adalah kondisi yang tentram aman dan damai yang hinggasaat ini terus terpelihara dengan baik.

“Semoga di tahun 2017 ini kondisi keamanan dengan dukungan aparat penegak hukum dan segenap elemen masyarakat bisa terpelihara dan inilah yang menjadi modal dasar untuk melaksanakan proses pembangunan,” ungkap HA Mudzakkar.

Sementara itu, penceramah hikmah zikir bersama, Mustaqim SE, mengatakan momentum menyambut tahun baru Masehi ini sangat baik dilakukan dengan menggelar zikir bersama seperti yang dilakukan jajaran Pemkab Luwu dan masyarakat Kabupaten Luwu.

“Kegiatan ini sangat positif karena kita menyambut tahun baru ini dengan memanjatkan doa untuk kebaikan ditahun 2017,” kata Mustaqim.
Mustaqim mengatakan, menjaga kerukunan dan toleransi umat beragama sangat penting didalam kehidupan sosial, bahkan Agama Islam sangat menganjurkan hal tersebut.

”Agama Islam mengajak umatnya untuk memiliki semangat kerukunan dan toleransi, serta menjaga persatuan dan kesatuan serta rasa persaudaraan. Jika hal ini bisa terus dipelihara, akan menjadikan segenap elemen masyarakat disebuah daerah atau suatu bangsa menjadi beriman dan hadirlah ketentraman dan kedamaian,” jelas Mustaqim.

Lebih lanjut Mustaqim mengatakan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk yang berbeda suku dan agama dan hal ini bukan menjadi potensi negatif, melainkan sebaliknya menjadi sebuah modal yang besar untuk melaksanakan proses pembangunan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Agama Islam memberi tempat yang tinggi adanya perbedaan di masyarakat, bahkan perbedaan merupakan sebuah rahmat untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Makanya jika Agama Islam dikaitkan dengan teror dan kekacauan hal itu sama sekali tidak benar. Dan tidak satupun agama di dunia yang menghendaki kekacauan didalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Mustaqim.(and/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top