Pangdam Perintahkan TNI di Luwu Raya Tingkatkan Kewaspadaan – FAJAR sulsel
News

Pangdam Perintahkan TNI di Luwu Raya Tingkatkan Kewaspadaan

* Soal Jaringan ISIS Berada di Sulteng

PALOPO — Santoso, teroris nomor wahid memang sudah dinyatakan tewas tertembak di Poso. Hanya saja, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Pasalnya, ada informasi jaringan ISIS berada di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Makanya, Pangdam VII/Wirabuana, Mayjend TNI Agus Surya Bakti telah memerintahkan anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan.

Luwu Raya ini, kata Pangdam, bersebelahan dengan Sulawesi Tengah. “Yang kita tahu, di sana banyak sekali paham-paham kekerasan. Kita all out akan bersama-sama dengan masyarakat melakukan upaya identifikasi dan pencegahan,” bebernya.

Upaya cegah dini deteksi dini adalah hal yang sangat penting. Itu harus dilakukan dengan membentuk jaringan koordinasi antara TNI dan masyarakat. Juga dari kepolian dan Pemerintah daerah.

“Koordinasi antara semua pihak dalam melakukan upaya cegah dini deteksi dini, itu yang sangat penting. Kita ada di desa, kita harus jaga masyarakatnya. Upaya cegah dini deteksi dini dimulai dari tingkat bawah, yaitu babinsa, bhabinkamtibmas dan lurah atau kepala desa,” jelasnya.

Sekali lagi, Pangdam menegaskan, agar desa atau kelurahan masing-masing tidak dimasuki oleh orang-orang luar yang dapat memberikan pengaruh. Khususnya pengaruh terorisme.

Tidak hanya soal pengamanan dan terorisme, Pangdam juga meminta anggotanya agar membantu kepolisian mengawasi orang asing.
“Di Undang-undang, pengawasan orang asing dilakukan oleh kepolisian, disitu ada bagian pengawasan orang asing. Tetapi, kita membantu. Kalau ada jaringan-jaringan intelijen kita melihat ada aktifitas orang asing yang ilegal. Kita akan meneruskan kepada kepolisian. Kita membantu,” katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dijadwalkan hadir di Kabupaten Luwu untuk mengikuti peringatan hari perlawanan Rakyat Luwu. Soal pengamanan di wilayah Tana Luwu, Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Kav Cecep Tendi Sutendi, menegaskan, telah menentukan titik-titik dan rute pengamanan.

Mulai RI 2 tiba, saat dalam perjalanan, saat mengikuti kegiatan-kegiatan sampai dengan meninggalkan wilayah Luwu.
“Kalau isu jaringan ISIS di Sulawesi Tengah, itu sudah ada dari dulu. Santoso CS kan bagian dari ISIS. Kalau pengamanan RI 2 tentu pelaksanaan pengamanannya tetap sesuai prosedur pengamanan VIP,” ujar dandim saat dihubungi Palopo Pos, Selasa 3 Januari 2017, kemarin.

Lanjutnya, bahkan bila perlu, kekuatan pasukan diperkuat lagi sehingga pengamanan RI-2 lebih optimal,” tegasnya.
Untuk wilayah di pebatasan, kata dandim lagi, pihaknya tetap akan siaga. Itu dengan melakukan kerjasama dengan Polres setempat. “Kita juga sudah menyiapkan pengamanan. Baik dengan berkoordinasi dengan panitia maupun Pemda Luwu,” tandasnya. (ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top