Tak Ada Masalah yang ‘Upgrade’ ke VIP – FAJAR sulsel
News

Tak Ada Masalah yang ‘Upgrade’ ke VIP

BPJS

* RS Swasta di Palopo Respon BPJS Sosialisasi Permenkes 64/2016

PALOPO — RS Swasta di Palopo merespon sosialiasi Permenkes 64/2016 tentang standar pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). RS dan klinik utama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Palopo merespon positif kehadiran Permenkes 64/2016 tersebut. Tak ada masalah pasien BPJS Kesehatan yang mau naik kelas ke VIP.

Hal ini diungkapkan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo, Adriansyah melalui Bagian Manajemen Pelayanan Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Palopo, Nuryanti kepada Palopo Pos, Selasa 3 Januari 2017. Menurut Nuriyanti, Klausul baru pembiayaan layanan BPJS Kesehatan untuk pasien kelas VIP itu tertuang dalam Permenkes 64/2016 tentang Standar Tarif Pelayanan JKN.

”Seluruh rumah sakit dan klinik yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan merespon positif dan belum ada yang memutuskan kerjasama dengan BPJS Kesehatan,” sebutnya.

Di dalam permenkes tersebut dijelaskan, ketika muncul kasus pasien naik kelas ke kelas VIP, tambahan pembayaran pada kasus itu adalah selisih tarif kamar rawat inap kelas VIP dengan tarif kamar kelas sebelumnya. Selisih bayar tersebut ditanggung peserta BPJS Kesehatan, pemberi kerja, atau asuransi kesehatan tambahan.

”Dalam aturan baru itu adalah selisih biaya perawatan di kelas VIP selama ini bukan hanya tarif kamar. Tetapi meliputi jasa-jasa lain seperti dokter spesialis, jenis obat-obatan, dan pelayanan lainnya. Pihak RS khawatir, jika aturan tersebut berlaku, pasien hanya bersedia menanggung selisih tarif kamar,” jelas Anti sapaan akrabnya kemarin.

Adapun Rumah Sakit dan klinik utama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, sebut Anti, yakni RSUD Sawerigading, RS Atmedika, RS Bintang Laut, RS St Madyang, RS Tentara, RS Mujaisyah, Klinik Mata Ainun, dan Klinik Nasira.

Sementara itu, Direktur RS Mujaisyah, dr H Jamil Jalias saat dikonfirmasi mengenai pemberlakukan Permenkes 64/2016 ini mengaku merespon positif. Pasalnya, selama bekerjasama dengan layanan kesehatan BPJS Kesehatan tak ada kendala atau masalah yang dihadapi pihak RS Mujaisyah.
”Untuk sementara kami merespon positif. Karena selama ini kami tak menemukan kendala malah kunjungan pasien di RS kami meningkat dengan bekerjasama BPJS Kesehatan,” kata dr Jamil.

Pasalnya, sebutnya, RS Mujaisyah baru dua bulan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Senada dengan itu, Direktur RS Bintang Laut, dr T Luisa Nunuhitu juga menyatakan hal yang sama.

”Sejauh ini kami merespon Permenkes 64/2016 dan Permenkes sebelumnya yakni Permenkes 59 Tahun 2014. Karena selama ini pasien kami terbantu setelah masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan,” jelas dr Luisa.(rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top