2017, KUR Tetap Jadi Primadona – FAJAR sulsel
News

2017, KUR Tetap Jadi Primadona

05-01-F-Memet-Pelayanan-Bank-BRI-2

Sektor Perdagangan Mendominasi

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang dijalankan perbankan, tetap menjadi primadona tahun 2017. Geliat usaha sektor mikro, kecil, dan menengah, prospeknya sedang bagus. Bank spesialis KUR, yakni BRI, sudah menyalurkan hingga Rp5,88 triliun kredit tersebut sepanjang 2016, di wilayah Makassar.

Telah terealisasi sekitar 98,30% dari target Rp5,98 triliun. Wakil Kepala Wilayah Sulawesi Selatan, Primartono, menjelaskan, sasaran KUR masih pada sektor mikro. “Target awal penyaluran dana KUR terdiri dari Rp5,18 triliun KUR mikro dan Rp0,80 triliun KUR Ritel. Namun hingga akhir tahun tercatat, dana KUR mikro Rp5,08 triliun.

Total dana penyaluran kredit sebesar Rp9,88 triliun,” jelas Primartono, kemarin di kantornya. Dia memaparkan, sektor perdagangan masih mendominasi. Sektor perdagangan Rp3,34 triliun atau 56,80% dari total dana KUR. “Disusul sektor pertanian Rp1,54 triliun atau 26,19%. Dan sisanya Rp17,01 triliun disebar di berbagai sektor,” imbuhnya.

Secara nasional, kata Primartono, pada tahun 2016 BRI ditargetkan penyaluran KUR sebanyak Rp69 triliun. Terbagi atas Rp61 triliun pada KUR mikro dan Rp8 triliun pada ritel. Hingga akhir tahun 2016, pencapaian penyaluran BRI sebesar Rp69,374 triliun atau sebesar 100,5%. “Sama dengan Makassar, sektor perdagangan mendominasi dalam penyalurannya,” tutur Primartono.

Penyaluran dana KUR sektor perdagangan sebesar Rp43,59 triliun atau 62% dari total penyaluran Dana KUR. “Sektor pertanian jadi yang kedua. Sebesar Rp15,14 triliun atau 21%,” ungkap Primartono.

Sisanya Rp10,644 triliun disebar ke beberapa sektor. Dalam rilis, Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Braham Setyo, menerangkan, sampai 23 Desember lalu, jumlah dana KUR yang tersalurkan mencapai Rp93,697 triliun atau 93,7% dari target Rp100 triliun. Disalurkan sekitar 43 juta nasabah melalui 22 bank penyalur dana KUR. (met/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top