7.345 Pelanggan 900 VA Dicabut Subsidi Listrik – FAJAR sulsel
News

7.345 Pelanggan 900 VA Dicabut Subsidi Listrik

Juadi-PLN

* Di PLN Area Palopo

PALOPO — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan aturan pencabutan subsidi listrik bagi golongan 900 Volt Ampere (VA) yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Mampu (RTM) mulai Januari 2017 ini. Di PLN Cabang Palopo sebanyak 7.345 pelanggan 900 VA yang dicabut subsidi listriknya.

Aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor:28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN (Persero) yang mengatur penerapan tarif non subsidi bagi rumah tangga daya 900 VA yang mampu secara ekonomi. Kemudian Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016 tentang mekanisme pemberian subsidi tarif tenaga listrik untuk rumah tangga.

Pencabutan subsidi listrik didasari Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Di mana, pemerintah menyediakan dana subsidi untuk kelompok masyarakat tidak mampu.

PLN Cabang Palopo membawahi lima kabupaten/kota di wilayah Luwu Raya dan Toraja. Total pelanggan dengan tarif/daya RI/900VA rumah tangga sebanyak 103.419 pelanggan. Perinciannya, R1/900 VA yang masih disubsidi sebanyak 96.074 pelanggan, dan R1M/900 VA (Rumah Tangga Mampu) yang dikurangi subsidinya secara bertahap sebanyak 7.345 pelanggan.
Asman Pelayanan/Adm PLN Cabang Palopo, H Juadi SE, mengatakan, penyesuaian tarif listrik rumah tangga 900 VA berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No.28 Tahun 2016. Rumah Tangga dengan Daya 900 VA dibagi menjadi dua golongan tarif. Yakni R-1/900 VA yaitu konsumen miskin dan tidak mampu dengan daya 900 VA yang disubsidi, dan R-1/900 VA-RTM yaitu konsumen rumah tangga mampu dengan daya 900 VA yang tidak disubsidi.

Lalu, penyesuaian tarif untuk golongan R-1/900 VA-RTM akan dilakukan dalam tiga tahap. Tiga tahap itu, diawali dengan tarif awal yang sudah dilaksanakan hingga Desember 2016 lalu. Dimana reguler blok I Rp275/KWh, reguler blok II Rp445/KWh, reguler blok III Rp495/Kwh dan prabayar Rp605/kWh.

Selanjutnya, penyesuaian Tahap I (1 Januari-28 Februari 2017) reguler blok I Rp360/kWh, reguler blok II Rp582/kWh, reguler III Rp692/kWh, prabayar Rp791/kWh. Kemudian, penyesuaian Tahap II (1 Maret-30 April 2017) reguler blok I Rp470/kWh, reguler blok II Rp761/kWh, reguler blok III Rp1.014/kWh dan prabayar Rp1.034/kWh.

“Penyesuaian Tahap III (mulai 1 Mei 2017) reguler blok I Rp1.352/kWh, reguler blok II Rp1.352/kWh, reguler blok III Rp1.352/kWh, prabayar Rp1.352/kWh,” ujar Juadi, kepada Palopo Pos, Rabu 4 Januari 2017, kemarin.

Lebih jauh dijelaskannya, jumlah pelanggan di masing-masing lima kabupaten/kota yang ada di wilayah PLN Area Palopo, di antaranya, untuk Kota Palopo, R1/900 VA (tidak mampu) sebanyak 18.183 pelanggan, sedangkan R1M/900 VA (mampu) 1.339 pelanggan dengan prentase 6,86 persen.

Di Kabupaten Luwu, jumlah pelanggan R1/900 VA sebanyak 10.679 pelanggan dan R1M/900 VA sebanyak 933 pelanggan dengan presentase 8,03 persen. Sedangkan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) pelanggan untuk R1/900 VA sebanyak 21.970 pelanggan dan R1M/900 VA sebanyak 1.616 pelanggan dengan presentase 6,85 persen.

Untuk Kabupaten Luwu Timur (Lutim) jumlah pelanggan R1/900 VA sebanyak 14.248 pelanggan dan R1M/900 VA sebanyak 1.159 pelanggan dengan presentase 8 persen. Sementara Kabupaten Tana Toraja untuk pelanggan R1/900 VA sebanyak 30.985 pelanggan dan R1M/900 VA sebanyak 2.298 pelanggan dengan presentase 7 persen.

“R1/900 VA yang masih disubsidi, sedangkan R1M/900 Rumah Tangga Mampu yang dicabut subsidinya secara bertahap mulai 1 Januari 2017. Subsidi listrik diberikan kepada pelanggan PLN yang tidak mampu dan tepat sasaran,” tandas Juadi.

Terkait cara menentukan pelanggan yang masuk kategori mampu dan tidak mampu, Juadi menjelaskan, yang menentukan adalah pemerintah pusat. PLN hanya melakukan pencocokan dari data hasil survey dari Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TMP2K) Pemerintah Pusat.(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top