Begini Kata Legislator DPRD Bone Soal DAK Terancam Hangus – FAJAR sulsel
News

Begini Kata Legislator DPRD Bone Soal DAK Terancam Hangus

1-Pembangunan-infrastrustruktur-publik-daerah-seperting-telah-merampungkan-pekerjaan-pun-teriak

1-pembangunan-infrastrustruktur-publik-daerah-seperting-telah-merampungkan-pekerjaan-pun-teriak

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Beberapa proyek yang ditalangi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukkan untuk kegiatan fisik Tahun 2016, sudah rampung. Namun ironisnya, anggaran proyek triwulna IV yang dikerjakan tersebut tak kunjung dicairkan pemerintah pusat.
Akibatnya, beberapa kontraktor berteriak lantaran tidak lagi memiliki dana untuk menggaji para tukang. Legislator DPRD Bone pun sangat prihatin mengetahui kondisi tersebut. Wakil Ketua Komisi III DPRD Bone, H Kaharuddin menilai sikap pemerintah pusat yang belum mencairkan dana untuk proyek tersebut, sangat merugikan para kontraktor.

“Tidak ada alasan pemerintah tidak membayarkan. Karena itu hak mereka (Kontraktor,red),” ungkap politisi Partai Demokrat itu.
Pemerintah daerah lanjut dia harus segera mencarikan jalan keluar atas permasalahan tersebut. Namun H Kahar mengingatkan, DAK yang belum dicairkan pemerintah pusat tersebut, tidak boleh ditalangi APBD. “APBD 2017 sudah disahkan dan masing-masing sudah memiliki program yang akan didanai,” ujar H Kahar yang juga Anggota Badan Anggaran DPRD Bone itu.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Badan pembangunan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bone, sampai keadaan Triwulan III Tahun Anggaran 2016, Realisasi Anggaran hanya mencapai 41,71 persen atau Rp108.785.925.103, sehingga masih tersisa anggaran Rp148.931.549.786. Rendahnya serapan anggaran berdampak pada pencairan anggaran triwulan keempat pada Bidang Infrastruktur, Kesehatan dan KB serta Keselamatan Transportasi. Khususnya pada Bidang Infrastruktur seperti pembangunan infrastruktir publik daerah (IPD) berupa pembangunan jalan, jembatan, irigasi, air bersih, sanitasi, dan perumahan.

Sekretaris Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Bone, Hj Najamuddin saat ditemui RADAR BONE di ruang kerjanya pekan lalu mengungkapkan keterlambatan penyerapan membuat sejumlah DAK triwulan IV pun terancam hangus.
“Anggaran DAK triwulan IV untuk IPD sebesar Rp7,4 miliar ditambah anggaran Kesehatan dan KB sebesar Rp10,1 miliar terancam hangus,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Najamuddin, Anggaran Transportasi sebesar Rp9,6 miliar juga tertunda.
Sementara Kepala DPKAD Kabupaten Bone, Drs A Fajaruddin MSi yang dikonfirmasi RADAR BONE mengenai hal itu, Selasa 3 Januari kemarin menegaskan jika anggaran transportasi sudah masuk ke kas daerah.

“Anggaran transportasi sebesar Rp9,6 miliar sudah masuk ke kas daerah pas Sabtu 31 Desember 2016,” tegasnya.
Mengenai sisa DAK triwulan IV sebesar Rp17,5 miliar yang te-rancam hangus, Kepala DPKAD menegaskan jika sampai saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan republik Indonesia.

“Kemenkeu masih membuka peluang koordinasi sehingga kemungkinan dananya tetap akan kucur meskipun telah menyeberang,” ungkapnya.
Hanya saja, jika DAK tersebut benar-benar hangus, maka tentu saja akan ditalangi Pemerintah Kabupaten Bone melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) APBD.

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top