INFLASI PALOPO TERKENDALI – FAJAR sulsel
News

INFLASI PALOPO TERKENDALI

PALOPO–Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palopo mencatat kenaikan indeks harga konsumen atau inflasi di Kota Palopo pada Desember sebesar 0,27 persen. Angka tersebut menurun dibanding indeks harga konsumen yang terjadi pada bulan sebelumnya sebesar 0,55 persen. Sementara Inflasi tahunan hanya 2,74 persen. Lebih rendah dari inflasi tahunan provinsi sebesar 2,94 dan nasional 3,02. Melihat kondisi tersebut inflasi palopo dinilai sangat terkendali.

Stabilnya harga di bulan Desember tahun 2016 tersebut membuat indeks pertumbuhan harga konsumen berdasarkan catatan BPS hanya memberi inflasi 0,27 persen. Hanya kelompok transportasi dan komunikasi yang cukup tinggi, menyumbang inflasi Desember sebesar 0,70 persen. Berbeda pada pencatatan bulan November, kelompok bahan makanan yang menjadi pemicu lantaran harga kebutuhan pokok seperti cabai, tomat yang melonjak hingga menyumbang inflasi 0,55 persen.

Turunnya indeks harga konsumen karna kenaikan tersebut telah terjadi pada bulan November hingga bertahan di Bulan desember sehingga tetap stabil. “Harga dibulan desember itu diatas normal tapi kenaikannya terjadi pada bulan november, karna itu hanya memberi inflasi di bulan Desember ini sebesar 0,27 persen,” Kata Simon Umar, kepala BPS Kota Palopo, Rabu 4 Januari 2017.

Harga-harga yang melonjak itu seperti telur, daging ayam. “itu tidak memberikan bobot terhadap perhitungan inflasi. Kecuali Jasa transportasi yang memang cukup tinggi,” ucapnya. Sementara Cabai, Bawang merah, kenaikannya terjadi pada bulan November,
Sementara itu inflasi tahunan Kota Palopo 2,74 persen, lebih rendah dari Inflasi tahunan provinsi sebesar 2,94 persen dan inflasi tahunan secara nasional sebesar 3,02 persen.

Melihat laju indeks harga konsumen, di Bulan April BPS mencatat deflasi sebesar -0,37 persen, Mei -0,39 persen, Agustus -0,42 persen, Oktober -0,20 persen. Sementara inflasi tertinggi terjdi pada bulan Juni yakni, 1,63 persen dan November sebesar 0,55 persen. “Artinya di waktu-waktu tertentu gejolak harga itu terjadi, khususnya saat-saat ada moment seperti hari-hari besar keagamaan, dan cuaca buruk,” tambah simon.

Rafika, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andi Djemma saat diminta tanggapannya mengungkapkan melihat hal itu indeks harga konsumen di Kota Palopo ini masih lebih baik. “Inflasi masih lebih rendah. Pastinya daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Namun ia memberikan perhatian terhadap sektor konsumsi di Kota Palopo ini. “Sektor tersebut penting dijaga oleh pemerintah karna menjadi salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi di Kota Palopo ini kedepannya,” tandasnya. (ald)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top