Omzet Nomor Dua, Terpenting Adalah Kepercayaan Konsumen – FAJAR sulsel
News

Omzet Nomor Dua, Terpenting Adalah Kepercayaan Konsumen

Kiat Sukses Kedai Mahkota Pisang

Buah pisang memang banyak penggemarnya. Selain murah dan mudah didapat, pilihan menu berbahan pisang juga cukup beragam. Karenanya, tak perlu heran jika gerai yang menjajakan kudapan pisang makin banyak bertebaran. Mulai dari yang berdiri sendiri, maupun yang menerapkan sistem waralaba atau kemitraan.

Laporan: Hasmiati Mus
—————————–
Makassar

Berawal dari kecintaan akan kuliner khususnya makanan yang berbahan baku pisang, perempuan yang bernama lengkap Mirna Permatasari merintis usaha di bilangan Jalan Rappokalling.

Dikatakan Mirna, sapaan akrab perempuan lulusan strata dua (S2) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, jika usaha yang dirintis 2016 lalu tersebut diberi nama Mahkota Pisang. Meskipun terbilang baru, namun saat ini Pisang Mahkota sudah memiliki beberapa cabang dibeberapa ruas jalan Makassar.

“Awalnya saya memang suka kuliner, apalagi yang bahan dasarnya pisang. Sehingga, saya dedikasikan ke ranah bisnis dengan berbagai inovasi tentunya, semisal menu andalan di Kedai Mahkota Pisang, yakni pisang epe goreng,” katanya.

Dijelaskan Mirna, jika pada umumnya yang ada hanya pisang epe bakar. Tapi di Kedai Mahkota Pisang, pisang epedisajikan dengan cara digoreng.

“Pisang epe goreng ini, kami sajikan dengan berbagai varian rasa seperti cokelat, strawberry, palm sugar, keju dan masih banyak varian rasa lainnya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dengan mengutamakan rasa dengan harga terjangkau, pisang epe goreng ini hanya dibanderol dengan harga Rp1.000 hingga Rp2.000 per biji.

“Harganya disesuaikan dengan banyaknya perpaduan rasa seperti pisang epe goreng CoKe (coklat keju) cuma 2.000 per biji, kalau hanya satu rasa itu harganya Rp1.000,” ujarnya.

Mirna menambahkan, di kedainya pun menawarkan berbagai jenis minuman baik modern hingga tradisional. “Kami juga menyediakan aneka ragam jus dan Sarabba. Kalau Sarabba hanya Rp5.000 per gelas,” imbuhnya.

Antusias pengunjung, lanjut dia, cukup meningkat bahkan permintaan dengan menggunakan jasa antar pun kian membludak. Sehingga, omzetnya pun otomatis ikut meningkat.

“Pengunjungnya dari berbagi kalangan, baik dari rekan kerja hingga masyarakat sekitar kedai. Dan rata-rata pengunjung suka karena rasanya enak dan harganya sangat murah,” tuturnya.

Meskipun omzetnya cukup besar, namun Mirna mengaku, yang terpenting dalam merintis usaha adalah melayani konsumen dengan kualitas.

“Persoalan nominal (omzet) hanya pencapaian akhir, tapi yang terpenting adalah proses mempertahankan usaha dan menaruh kepercayaan kepada konsumen, apalagi jika usaha kuliner karena ini persoalan perut,” imbuhnya.(*)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top