Palopo Tertinggi, Luwu Utara Terendah – FAJAR sulsel
News

Palopo Tertinggi, Luwu Utara Terendah

*1.241 WP Ikut Amnesty Pajak di Luwu Raya

PALOPO–Kantor Pajak Pratama (KPP) Palopo sepanjang program Tax Amnesty pajak tahap 1 dan 2 telah menghimpun uang tebusan sebesar Rp14 Miliar dari 1.241 Wajib Pajak (WP). Sampai saat ini juga wajib pajak dalam program tersebut masih didominasi oleh UMKM maupun non UMKM dengan daerah tertinggi dalam melakukan hak mereka yakni Kota Palopo.

“Uang tebusan sampai tahap dua ini baru Rp14 Miliar,” Kata Kepala KPP Pratama Palopo, Ahmad Fudholi Sore kemarin, Rabu 4 Januari 2016. Karna itu pihaknya kembali melakukan pemetaan untuk menyisir wilayah perekonomian pada 6 kabupaten yang menjadi wilayah kerjanyha. Diakuinya masih banyak wajib pajak yang tidak memanfaatkan program ini dengan baik.

Sampai saat ini juga Kota Palopo masih tertinggi dalam hal partisipasi di program tersebut yakni sebanyak 403 wajib pajak. Kabupaten terendah adalah Luwu Utara yang hanya sebanyak 59 wajib pajak. Luwu Timur sebanyak 264 orang, Tana Toraja 190 orang, Toraja Utara 230 orang dan Kabupaten Luwu sebanyak 95 orang.

Karna itu untuk mengoptimalkan Tax Amnesty tersebut sejumlah daerah yang kembali disisir seperti Wilayah Padang Sappa, Lamasi, Masamba, Sorowako, Nuha dan sejumlah wilayah perekonomian dalam wilayah kerja KPP Pratama.

Selain itu pihaknya juga di Tax Amnesty tahap ketiga mulai menyasar Anggota Dewan, pejabat lingkup pemerintahan dan UMKM sendiri. “Kita akan mengajak mereka untuk memenuhi haknya. Sayang jika itu terlewatkan, mumpung tahap ketiga ini masih berlangsung hingga maret nanti,” ucap Akhmad Fudholi.

Ia juga mengungkapkan UMKM maupun non UMKM yang banyak ikut program ini adalah mereka yang berada di wilayah Toraja dan Toraja Utara. “Hampir semua UMKM disana ikut dalam Tax Amnesty ini,” ujarnya.

Karna itu pihaknya berharap lebih banyak lagi wajib pajak ikut di tahap ketiga ini khususnya di wilayah yang rendah dalam program Tax Amnesty ini. “Ini merupakan tahap akhir dalam program tersebut dengan tarif tebusan sebesar 5 persen,” tandas Ahmad Fudholi. (ald)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top