Pilgub hanya Pertarungan IYL-NH – FAJAR sulsel
News

Pilgub hanya Pertarungan IYL-NH

Nurmal: Kekuatan Jaringan Jadi Penentu

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Tahapan Pilgub Sulsel baru dimulai antara Agustus atau September mendatang. Meski begitu, Direktur Nurani Institute Nurmal Idrus sudah memprediksi jika Pilgub Sulsel merupakan panggung pertarungan Ichsan Yasin Limpo (IYL) dan Nurdin Halid (NH).

Menurut Nurmal, sejauh ini hanya Ichsan yang terlihat intens melobi partai politik untuk mendapatkan rekomendasi sebagai kendaraan di Pilgub. Berbeda halnya figur lain yang mulai meramaikan bursa calon. Seperti bupati Kabupaten Bantaeng Nurdin Abdullah, mantan Kapolda Sulsel Irjen Polisi Burhanuddin Andi, mantan bupati Kabupaten Enrekang La Tinro La Tunrung, Akbar Faizal, Ridwan Andi Wittiri, serta Kolonel Abdul Rivai Ras.

“Memang ada sejumlah nama yang muncul selain Pak Ichsan dan Nurdin Halid. Tapi pergerakan mereka belum terlihat. Bisa saja terjadi head to head di Pilgub,” sebut Nurmal, kemarin. Diketahui, Ichsan telah menjalin komunikasi dengan petinggi partai di Sulsel. Diantaranya; Partai Amanat Nasional (PAN), Partai NasDem, Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Bahkan mantan bupati Kabupaten Gowa dua periode dan Bendahara Partai Golkar Sulsel tersebut kembali akan melanjutkan lawatan politiknya ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Adapun Nurdin Halid bisa dipastikan tidak akan dipusingkan dengan kendaraan politik. Jabatan Ketua Harian DPP dan Ketua DPD Golkar Sulsel pastinya memudahkan NH dalam mendapat tiket beringin di Golkar Sulsel.

Apalagi Golkar satu-satunya partai yang bisa mengusung meski tanpa koalisi (18 kursi). Nurmal menjelaskan, jika head to head terjadi maka yang paling diuntungkan adalah Nurdin Halid. Hal itu jika merujuk jumlah kepala daerah yang memimpin Partai Golkar di daerah masing-masing.

Nurmal mengatakan, perilaku pemilih dalam menentukan pilihannya dalam pesta demokrasi di Indonesia, khususnya di Sulsel masih didominasi oleh pengaruh primordialisme seperti kesamaan suku. Di situlah peran kepala daerah dalam memenangkan kandidat di Pilgub masih sangat besar.

“Pak Ichsan tentunya membutuhkan campur tangan penuh dari Pak Syahrul saat melakukan sosialisasi. Itu untuk mengimbangi kekuatan kepala daerah yang dimiliki Pak Nurdin,” sebutnya. Nurmal memaparkan, penentu sesungguhnya siapa pemenang dalam Pilgub adalah faktor kekuatan jaringan dan faktor infrastruktur tim. Dua hal yang mempengaruhi kedua faktor ini adalah militansi jaringan dan kelengkapan infrastruktur yang mencapai strata terendah pemilih.

“Dengan kekuatan jaringan yang dimiliki maka seorang kandidat bisa dengan mudah menjangkau pemilih. Jaringan yang lengkap membuat sang kandidat bisa memengaruhi arah berpikir dan bertindak pemilih,” terangnya. Sebelumnya, Ichsan Yasin Limpo menyatakan siap berhadapan dengan Nurdin Halid jika diusung oleh Golkar. Sebab, Ichsan mengaku telah membangun komunikasi dengan partai lainnya untuk mengantisipasi jika tidak mengendarai partai berlambang beringin itu.

“Kita lihat saja, semua yang dilakukan semua punya kaitan dengan Pilgub dan Pileg. Sah-sah saja orang melakukan kegiatan yang berorientasi kesana. Apakah Golkar akan mengusung saya atau mengusung yang lain, atau Nurdin Halid melihat ada peluang dia mau maju juga. Siapapun (termasuk Nurdin) yang diputuskan oleh KPU sebagai calon. Maka kita juga sudah siap berhadapan,” tegasnya. (mah)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top