Serahkan Bantuan Rp100 Juta, Janji Rehab Rumah Adat Luwu – FAJAR sulsel
News

Serahkan Bantuan Rp100 Juta, Janji Rehab Rumah Adat Luwu

NH

PALOPO — Diam-diam, Ketua Golkar Sulsel, H Nurdin Halid ternyata memiliki darah Luwu. Kakek langsungnya yang bernama Andi Matengnge merupakan putra Malangke asli, masa muda di Belopa, memperistrikan seorang permaisuri asli orang Palopo. Bahkan, ada satu orang kakak Nurdin Halid, lahir di Belopa.

Wakil Ketua Golkar Palopo Bidang Kepartaian dan Hubungan Antar Parpol, Baharman Supri membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ada tukang jahit di Penggoli (Palopo) yang merupakan sepupu Nurdin Halid. Baharman yang juga putra Malangke, masih memiliki hubungan keluarga dengan Nurdin.

Pernyataan Nurdin sebagai bagian dari keluarga besar Luwu diungkapkan saat melakukan silaturahim keluarga dengan Yang Mulia Sri Paduka Datu Luwu XL, Andi Maradang Mackulau Opu Daeng Bau bersama anggota dewan adat 12 Kedatuan Luwu di Istana Luwu, Rabu, 4 Desember 2017, kemarin, sekira pukul 11.00 Wita.

Makanya, Nurdin dalam sambutannya mengungkapkan, kedatangannya untuk kali pertama Istana Kedatuan Luwu bukan urusan politik melainkan urusan keluarga dan budaya. ”Saya bahagia dan terharu, kehadiran saya disambut langsung Datu Luwu. Ini merupakan sebuah penghargaan yang tak ternilai harganya,” ucap Nurdin dengan mata berkaca-kaca.

Sebagai anak dari Luwu, Nurdin yang juga Ketua Harian DPP Partai Golkar, menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta untuk kedatuan Luwu yang diterima langsung Datu Luwu. Menurutnya, ini merupakan bantuan awal.

Dan ia akan mencarikan bantuan untuk memperbaiki rumah adat Langkanae sehingga nantinya Datu bisa tinggal seperti sediakala.

”Saya minta saudara Armin Mustamin Toputiri, untuk memimpin rehab rumah adat Luwu. Ini semata-mata untuk menjaga kelestarian adat Luwu,” terang Nurdin.

Datu Luwu juga menjamu Nurdin dengan prosesi mattoana (menjamu tamu makan bersama secara adat). Dalam perjamuan, Datu memulai makan dan diikuti oleh tamu dan para hadirin. Datu baru selesai makan setelah semua tamu selesai makan.

Datu Luwu yang dimintai tanggapan usai acara menegaskan, kedatangan Nurdin di istana murni sebagai keluarga. Kalau kebetulan Nurdin adalah Ketua Golkar Sulsel, itu soal kedua. Yang pasti, kata Datu, senantiasa terbuka kepada siapa saja tamu yang bersilaturahim di Istana tanpa membedakan satu sama lain.

”Siapa saja yang mau silaturahim kita persilakan. Termasuk partai politik, maupun calon kepala daerah, kita terima secara ikhlas. Soal dukung mendukung, itu terpulang ke pribadi masing-masing,” terangnya.

Sejumlah tokoh Golkar hadir pada silaturahim keluarga ini. Seperti anggota DPR-RI Markus Nari, Wakil Walikota Palopo Akhmad Syarifuddin alias Ome, Ketua DPRD Palopo Harisal Latif, Ketua Golkar Palopo Armin Mustamin Toputiri, Ketua AMPG Palopo Steven Hamdani, anggota DPRD Palopo Drs Surasman, Kasim Alwi (mantan Sekkot Palopo) dan lainnya.

Juga hadir Bupati Lutim Thorig Husler, Rektor Unanda Dr Marsus Suti MKes, mantan anggota DPRD Sulsel Majid Tahir. Dari kalangan adat hadir Maddika Bua Andi Syaifuddin Kaddiraja Opu To Sattiaraja, Dra Hj Andi Astuty Attas Opu Dg Halifah MSi, Hj Andi Tenri Muntu Baso Manggabarani, dan lainnya.

Nurdin Halid tiba di Istana Luwu pukul 11:30 Wita. Ia disambut secara adat. NH diajak ke LangkanaE. Melihat dari dekat kondisi istana yang butuh perhatian berbagai pihak. Di atas LangkanaE, ia banyak mendapat penjelasan dari Syaifuddin Kaddira. Mulai dari sejarah hingga kondisi terkini bangunan tersebut. Mendengar penjelasan pihak istana itu, Nurdin Halid sesekali mengerutkan kening. Ia melihat kondisi istana yang jadi simbol kebudayaan Sulsel dan Luwu khususnya.(ikh)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top