Ketua DPRD Depok Ingatkan Dua Kada – FAJAR sulsel
News

Ketua DPRD Depok Ingatkan Dua Kada

*Jaga Budaya dan Adat Istiadat Tator

MAKALE–Usai sudah rangkaian acara Lovely December plus awal tahun baru 2017, ribuan masyarakat Toraja perantau sudah kembali ke daerah masing-masing tempat mereka mengadu nasib.

Begitupun salah seorang perantau bernama Hendrik Tangke Allo bersama keluarganya juga sudah meninggalkan Toraja menuju Depok Jawa Barat untuk kembali menjalankan tugas negara yang diembannya.

Hendrik, begitu sapaan akrabnya, tidak lain adalah ketua DPRD Depok.
Meski rasa rindu sepenuhnya belum terobati ketika datang berlibur ke Toraja, tempat kelahirannya, namun punya komitmen yang tinggi dimana harus mendahulukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan dewan dan pelayan masyarakat, maka mau tidak mau dia harus pulang.

“Masih rindu rasanya mau lama-lama tinggal di kampung halaman sendiri, tapi kita harus mendahulukan tugas dan tanggungjawab yang ada pada pundak kita,” kata Hendrik kepada Palopo Pos, sesaat sebelum terbang ke Depok, di Bandara Pongtiku, Kamis 5 Januari 2017.

Ketua DPC PDI Perjuangan Depok ini, selama berlibur di Toraja, ternyata tidak hanya sekadar berlibur, namun tak henti-hentinya juga mengalihkan perhatiannya terhadap perkembangan yang ada di dua kabupaten ini (Tana Toraja dan Toraja Utara).

Salah satunya adalah keterkaitan dengan pembangunan yang dinilainya mengalami perkembangan yang begitu pesat.
Hanya saja, menurut Hendrik, pembanguanan berupa rumah masyarakat dan gedung-gedung yang ada, itu dibangun dalam model atau gaya yang berbeda-beda dengan mengesampingkan ciri khas Toraja.

Padahal, Toraja dikenal karena adat dan budayanya yang unik dan alamnya yang indah, sehingga Toraja ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata.
Untuk itu, imbuh Hendrik, status sebagai daerah pariwisata ini perlu dijaga dan dipelihara dengan baik, salah satunya menonjolkan ciri khas Torajanya, seperti pada bangunana rumah atau bangunan gedung lainnya, dimana bangunannya itu, didepannya minimal menampakkan ciri khas rumah Toraja.

Selain itu, menurut Hendrik, penataan kotanya juga harus benar-benar ditata lebih baik, sehingga kelihatan rapih dan indah dipandang mata.
Juga mengenai pembangunan kuburan yang dibuat dari konstruksi beton, katanya dimana-mana tidak tertata dengan baik.

Kondisi yang kurang rapih itu, Hendrik memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar ada koordinasi yang baik para tokoh-tokoh adat tentang bagaimana pengaturannya yang baik sehingga bangunan kuburan itu kelihatan tertata rapih.

“Saya menilai, bupati dari kedua kabupaten ini sudah mulai berbenah, meski belum setahun menjalankan tugasnya, dan kita harus mendukungnya agar bisa tercapai semua program yang ada untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Toraja,”papar Hendrik.

“Program pemerintah daerah yang pro rakyat kita harus mendukungnya dari semua stakeholder yang ada, juga turut aktif dalam membangun daerah ini, termasuk para perantau orang Toraja ambil bagian dalam membangun tanah kelahirannya,” ajak Hendrik.

Dan kepada kedua pemerintah daerah ini, Hendrik juga mengingatkan agar jangan alergi dengan keritikan, tapi siap menerima keritikan atau masukan yang baik dari masyarakat untuk kemajuan daerah.

Ketua Ikatan Keluaraga Toraja ( IKAT) Depok ini, juga tak luput perhatiannya terhadap pembangunan Bandara Buntu Kinik (BBK). Katanya, dirinya sangat mendukung penuh pembangunan tersebut dan berharap agar lebih dipercepat, dan kehadiran pesawat Trans Nusa di Bandara Pongtiku juga tetap dimaksimalkan agar semua dapat berjalan dengan baik.

Hendrik dalam mengahiri percakapannya mengatakan, ada banyak orang Toraja yang sukses di perantauan, dan tidak menutup kemungkinan akan pulang ke kampung untuk mengabdi membangun daerahnya, dengan bekal ilmu yang diperolehnya selama merantau.(mg5/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top