Terduga Bonceng Korban dengan Kawasaki Ninja – FAJAR sulsel
News

Terduga Bonceng Korban dengan Kawasaki Ninja

* Polisi Bekuk Tiga Pencabul Anak di Bawah Umur

KASUS cabul anak di bawah umur terdengar di wilayah hukum Polres Luwu Timur. Seorang anak di bawah umur jadi korban pencabulan. Pelakunya tiga orang. Dalam kondisi tak berdaya, korban hanya bisa pasrah. Hatinya menangis.

Kasus ini sudah ditangani Polres Luwu Timur. Dari laporan korban yang masuk, Polres Lutim langsung bergerak cepat membekuk para pelaku. Tiga orang terduga pencabulan diamankan sekaligus.

”Pelakunya sudah kita amankan. Mereka harus bertanggungjawab atas perbuatan bejatnya tersebut,” ujar Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak, kepada Palopo Pos, Kamis 5 Januari 2016, kemarin.

Peristiwa yang menimpa anak di bawah umur terjadi pada Rabu 4 Januari 2017, pukul 22:30 Wita. Ketiga pelaku tersebut diketahui bernama Awaluddin, Yusri, dan Hamdan. Sedangkan korbannya masih berusia 13 tahun. Sebut saja namanya Mawar (samaran, red).

Penangkapan ketiga pelaku dugaan pencabulan dipimpin langsung oleh Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Lutim, AKP Akbar A Malloroang. Ia dibantu aparat kepolisian sektor (Polsek) Towuti.

Kasus dugaan pencabulan bermula hari Selasa 3 Januari 2017, pukul 21:00 Wita. Kala itu, Mawar, warga Desa Loeha, Kecamatan Towuti dijemput oleh pelaku bernama Awaluddin, dekat rumah korban dengan menggunakan sepeda motor Kawasaki Ninja. Mungkin karena pelaku naik motor Ninja, korban tergoda dan menurut saja ketika diajak ke rumah pelaku.

Korban naik motor. Motor Ninja diarahkan ke rumah pribadi pelaku di Dusun Rante Angin, Desa Rante Angin, Kecamatan Towuti. Ternyata, di rumah tersebut sudah ada dua orang teman pelaku. Mereka sedang nonton acara di salah satu siaran televisi.

Sejurus kemudian, pelaku memanggil korban untuk masuk dalam kamar. Korban karena dipaksa menurut juga. Tanpa banyak bicara lagi, pakaian korban dipreteli. Karena nafsu birahi pelaku sudah tidak tertahan lagi, pelakupun langsung berbuat tidak senonoh ke korban tersebut. Parahnya, dua orang rekan lainnya juga ikut-ikutan melakukan perbuatan yang ancaman hukumannya bisa dikebiri.

Kapolres Luwu Timur mengatakan, para terduga harus mempertanggungjawabkan perbuatan cabulnya tersebut. ”Ancaman hukumnya sudah jelas diatur. Bisa dihukum kebiri. Bisa juga diganjar hukuman yang seberat-beratnya. Tapi, kita tunggu hasil penyidikan,” tambah kapolres.

Menurut keterangan korban, kata Parojahan, dirinya dijemput oleh pelaku yang diketahui bernama Awaluddin alias Awal di dekat rumahnya dengan menggunakan motor Kawasaki Ninja berwarna Hijau. Kemudian membawanya ke rumah pelaku di dusun Rante Angin.

”Di rumah pelaku sudah ada dua teman lainnya sedang menonton televisi,” ucap Parojahan. Saat itu, pelaku memanggil korban masuk dalam kamar. Katanya, pelaku langsung main paksa dan bajunya dipreteli. Setelah itu, pelaku pun keluar. ”Korban juga melihat teman pelaku yang sedang di luar kamar masuk. Bergantian,” katanya.

Usai itu, lanjut Parojahan, pelaku kembali masuk dan meminta korban memakai pakaian dan mengantarnya pulang ke rumah korban. Hanya saja, korban tidak langsung diantar, melainkan pelaku menurunkan di tempat awal pelaku menjemput korban. “Pelaku sudah diamankan tiga orang di Mapolres. Anggota juga saat ini masih sedang melakukan olah di Tempat Kejadian Perkara,” ungkapnya.(krm/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top