Ini Penyebab Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bone – FAJAR sulsel
News

Ini Penyebab Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Bone

1-hl-gas-elpiji

Kok Elpiji Dipakai Untuk Bahan Bakar Pompa Air

PENULIS : ROSDIANA SULJA

Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, A Aswar melalui Kepala Bidang Pe-ngawasan, Hasbullah kepada RADAR BONE melalui sambungan telepon, Senin, 9 Januari lalu.
“Tingkat pangkalan yang mesti diawasi de-ngan ketat karena harus menjual sesuai HET tidak boleh lebih yakni Rp15.500,” terangnya.

Menurut Hasbullah, jika agen dan pangkalan konsisten pada HET, maka tidak mungkin ada lonjakan harga sampai ke konsumen. “Para pengecer yang mengambil elpiji dari pangkalan juga tetap harus mematok harga sewajarnya kepada masyarakat dalam hal ini konsumen,” tambahnya. Perlu diketahui bahwa, berdasarkan data Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, jumlah Agen Elpiji di Kabupaten Bone sebanyak 8 unit, pangkalan 187 unit mendistribusikan elpiji ke pengecer yang tersebar hingga ke pelosok desa.

Jumlah kuota elpiji bagi masyarakat Bone telah ditetapkan dimana setiap agen mendapatkan distribusi elpiji 3 kilogram dari empat mobil truk. Yang mana setiap truk berisikan 560 tabung.

“Jadi dalam sehari jumlah elpiji bersubsidi yang didistribusikan mencapai 17.920 tabung yang dibagi kedelapan agen,” bebernya.

Agen itulah yang menyalurkan elpji tersebut ke pangkalan untuk kemudian dibeli pengecer dan konsumen.
Mengenai dugaan kelangkaan elpiji 3 kg dan lonjakan harga, Kabid yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon ini mengatakan sejak dua pekan terakhir memang ada lonjakan permintaan.

“Dari hasil penelusuran sementara kami banyaknya permintaan eligi 3 kilo disebabkan banyaknya petani di wilayah Bone Utara yang menggunakan bahan bakar gas untuk mengoperasikan mesin pompa air,” kata Hasbullah.
Petani tersebut melakukan modifikasi mesin pompa air yang selama ini menggunakan bahan bakar premium menjagi bahan bakar gas agar lebih hemat.

“Menurut petani jika menggunakan premium bisa menghabiskan hingga puluhan liter dalam semalam, tetapi kalau pakai gas sangat hemat hanya butuh satu tabung untuk pengoperasian pompa air semalaman,” terangnya.
Padahal Berdasarkan Per-aturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 dalam Pasal 1 angka 9 disebutkan elpigi 3 kg bersubsidi yang masuk dalam LPG Tertentu adalah LPG yang merupakan bahan bakar yang mempunyai kekhususan karena kondisi tertentu seperti penggunaan /penggunaannya, kemasannya, volume dan/atau harganya masih harus diberikan subsidi.

Selanjutnya lebih dipertegas dalam Peraturan Presidan Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 Tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Liquefied Petroleom Gas Tabung 3 Kilogram, dalam pasal 3 Ayat 1 berbunyi: ‘Penyediaan dan pendistribusian LPG Tabung 3 Kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro’.

Dikonfirmasi mengenai aturan tersebut, Kabid Pengawasan mengatakan, memang jika sesuai regulasi, maka seharusnya gas elpiji itu tidak digunakan untuk pertanian. “Sebenarnya memang sudah melanggar, karena elpiji bersubsidi itu untuk rumah tangga,” ujarnya.

Namun dia berdalih, jika para petani menggunakan gas untuk menyelamatkan tanaman padinya dari gagal panen karena kekeringan.
“Lagipula kami yakin lonjakan permintaan elpiji 3 kg dari petani akan menurun dalam sepuluh hari ke depan,” pungkasnya.

*

RADAR BONE

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top