Okupansi Hotel Hanya 50% – FAJAR sulsel
News

Okupansi Hotel Hanya 50%

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Awal tahun awam kelam melanda pengusaha perhotelan. Tingkat hunian atau okupansi hotel mengalami penurunan cukup drastis. Rata-rata okupansi hotel di Makassar hanya mencapai 50%. Kondisi demikian berbanding terbalik pertengahan tahun lalu hingga Oktober mencapai angka 90%.

Penyebab penurunan karena menjamurnya hotel di Makassar belum lagi anggaran corporate atau instansi pemerintahan terlambat cair.”Ini sudah tradisi dari tahun ke tahun. Setiap awal tahun okupansi hunian hotel cenderung menurun belum lagi jumlah kamar hotel di Makassar sudah over hingga 3.000 kamar,” kata Binsar J Samosir, Direktur Utama PT Tosan Permai yang menaungi Condotel, Selasa (10/1/17).

Dia menyebut, untuk tetap mempertahankan okupansi hunian, sejumlah hotel sudah mulai perang harga dengan memberikan paket promo menarik.”Kekhawatiran kita jangan sampai harga hotel bintang satu dua dan tiga tidak bersaing secara sehat dengan membanting harga yang cukup murah. Secara otomatis hotel bintang empat dan lima kekurangan pengunjung, sehingga untuk tetap mempertahankan okupansi jelas akan membanting harga bintang tiga,” katanya.

Meski persaingan hotel semakin ketat di Makassar, namun dia mengharapkan hotel bintang satu, dua dan tiga kiranya bersaing secara sehat. “Agar segmen pasar hotel bintang empat dan lima akan tetap stabil,” jelasnya.Sementara itu, Marketing Communication (Marcom) Hotel The Rinra, Rari Maharani menyebut, seperti awal tahun sebelumnya, tingkat okupansi cenderung mengalami penurunan.

“Ini kan baru awal tahun masih menunggu rencana anggaran semua perusahaan, namun jika berbicara tentang seberapa besar okupansi turun kita belum bisa prediksi karena baru memasuki Minggu kedua di awal tahun, tapi sejauh ini masih berada di angka 40-50% tingkat okupansi,” kata Rari.Rari menambahkan, hampir semua hotel mengalami hal yang sama. Periode Januari memang masih pada menunggu approval budget.

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir bahwa posisi November lalu gejala penurunan okupansi hotel terlihat. Itu dilihat dari lama menginap pengunjung atau tamu. Rata-rata lama menginap seluruh tamu pada hotel berbintang di Sulawesi Selatan posisi November 2016 mencapai 1,65 hari atau naik 0,18 hari jika dibandingkan rata-rata lama menginap pada Oktober 2016. Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu domestik pada November 2016 masing-masing yaitu 3,41 hari dan 1,60 hari.

Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulawesi Selatan November 2016 mencapai rata-rata 49,36 persen dibandingkan dengan TPK Oktober 2016 yang mencapai 41,14 persen. (edo)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top