Pemanah Dua Warga di Jalan Cengkeh Dibekuk di Sukamaju – FAJAR sulsel
News

Pemanah Dua Warga di Jalan Cengkeh Dibekuk di Sukamaju

* Pembunuh Warga Batara Masih Buron

PALOPO — Polisi serius mengungkap pelaku pemanahan dua warga di Jalan Cengkeh. Tiga hari buron, polisi berhasil membekuk pelakunya bernama Tahmil alias Pamming, 40 tahun. Ia dibekuk di Sukamaju, Senin 9 Januari 2017, pukul 23:00 Wita. Jika pemanah dua warga Jalan Cengkeh sudah dibekuk, pembunuh warga Batara masih buron.

Tahmil sendiri dibekuk saat berada di rumah kerabat istrinya, Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara. Penangkapan berlangsung di malam hari. Tahmil jadi DPO oleh Polsek Wara Utara, setelah diduga melakukan pemanahan dan penikaman terhadap dua warga sekaligus di Jalan Cengkeh pada Jumat 6 Januari 2017, pukul 23:00 Wita.

Dua warga yang dibusur adalah Yasir, 33 tahun dan Mus alias Kata’, 44 tahun.
Yasir ditikam menggunakan anak panah, sedangkan Mus mengalami luka tusuk. Ada anak panah tertancap di bagian betis sebelah kirinya. Dua korban ini dilarikan ke RSUD Rampoang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Atas kejadian itu, Tim Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Wara Utara dipimpin Kapolsek Wara Utara langsung menyelidiki kasus ini. Informasi-informasi keberadaan pelaku pun dikumpulkan. Yakin buruannya ada di Sukamaju, Tim UKL Polsek Waru dan Tim UKL Polres Palopo melakukan pengejaran di luar kota.

Perburuan DPO kasus penikaman dan pemanahan dilakukan hingga ke Sukamaju Kabupaten Luwu Utara. Senin 9 Januari 2017, sekitar pukul 21:00 Wita, Tim UKL ini meninggalkan Kota Palopo. Sejam kemudian, personil Polres Palopo ini tiba di Sukamaju.

Namun, sebelum bereaksi, mereka pamit dulu di Polsek setempat. Beberapa saat saling koordinasi, dua anggota Polsek Sukamaju mengantarkan personil UKL Polres Palopo ke rumah orang tua pelaku. Itu sekitar pukul 23:00 Wita.

Dikepung, Tahmil tak bisa berbuat banyak. Dia terlihat kaget dengan keberadaan petugas. Tahmil tak menyangka persembunyian tercium juga. Saat itu, Tahmil digiring ke Palopo. Lelaki yang tidak jelas pekerjaannya ini diamankan di Polsek Wara Utara untuk penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Wara Utara, Iptu Idris yang dikonfirmasi Palopo Pos, Selasa 10 Januari 2017, mengatakan, setelah diinterogasi, pelaku mengaku dendam dengan para korbannya. “Tadi kita sudah tanyakan, motifnya dendam lama,” kata Iptu Idris.

Lanjut Idris, dendamnya tersebut sudah menahun. Mungkin sekitar 10 tahun yang lalu. Dulu ada perkelahian kelompok di Jalan Cengkeh. Rumah pelaku kena lemparan. Di situlah awal mulanya pelaku menyimpan dendam.

“Sebelum kejadian ini, pelaku juga sempat didamaikan dengan musuh-musuhnya,” kata Idris lagi.

Hanya saja, berselang beberapa hari, tepatnya Jumat 6 Januari 2017, pelaku dalam keadaan mabuk menemui dua korban. Saat itu, pelaku meminta maaf kepada korban atas kejadian yang sebelumnya pernah terjadi. Mereka pun saling bermaafan.

Hanya saja, selang beberapa saat, pelaku dan beberapa orang lainnya kembali lagi. Kali ini bukan minta maaf, tetapi membawa panah. Anak panah pun dilepaskan hingga melukai kaki Mus. Anak panah tersebut cukup dalam menancap di betis kirinya. Darah segar tersembur.

Ironisnya, saat terjadi pemanahan, bukan hanya korban yang ada di situ. Tepat disamping korban pemanahan ada anak balita juga berdiri. Nyaris saja anak panah mengenai anak kecil tersebut. Selanjutnya pelaku menemui Yasir. Anak panah yang ada di tangannya langsung diarahkan ke dada Yasir.
Untung saja, anak panah tersebut tidak dalam menancap. Sehingga nyawa korban terselamatkan dan tidak mengalami luka yang terlalu serius.

“Kasus ini masih kita dalami, kita akan memanggil saksi-saksi lainnya. Kalau penikaman, memang jelas pelaku yang melakukan. Hanya saja, kalau pemanahannya itu masih abu-abu. Cuma, banyak warga yang melihat jika saat itu pelaku yang membawa busur,” tandasnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Palopo, AKP Bustang yang dimintai keterangannya soal pelaku pembunuhan warga Batara yang terjadi Senin 9 Januari 2017, pukul 01:00 Wita, di Jalan Pongsimpin, mengatakan, pelakunya masih dalam pengejaran.

“Pelakunya masih dalam lidik. Anggota di lapangan masih mencari petunjuk. Intinya kita tetap memburu pelakunya,” sebut AKP Bustang.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi pembusuran di Kota Palopo kian hebat. Jika sebelumnya hanya melukai, kali ini pelaku nekat menghabisi korbannya. Yacobus, pria berusia 42 tahun, warga Jalan Batara Tengah, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo, meregang nyawa setelah ditikam berkali-kali menggunakan anak panah.

Itu terjadi Senin 9 Januari 2017 pukul 01:00 Wita dini hari, di Jalan Pongsimpin, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara. Informasi yang diterima Palopo Pos, dari pihak Polres Palopo, polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus ini.(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top