Pengusaha Menjerit – FAJAR sulsel
News

Pengusaha Menjerit

Dampak Pemadaman Listrik

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Pedaman bergilir yang terjadi sejak akhir pekan lalu di Sulsel, khususnya Kota Makassar membuat warga mengeluh. Pasalnya, pemadaman pada beberapa titik tertentu ini berlangsung antara 2-3 jam. Akibat pemadaman itu, aktivitas pengusaha kecil di Kota Makassar jadi terhambat.

Bahkan sejumlah warung makan mengeluhkan kerugian lantaran bahan baku yang mereka simpan dalam lemari pendingin jadi rusak. Salah seorang pengusaha rumah makan, di Jalan Alauddin, Munifa mengaku, kerugiannya terdapat pada bahan baku jualan yang didagangkan rusak. Sebab semua bahan makanannya disimpan di lemari pendingin.

Selain itu, kata Munifa, sejak pemadaman bergilir dilakukan, tingkat pengunjung juga berkurang lantaran mengeluhkan fasilitas seperti AC, Wifi, TV dan lampu kerap padam. “Semua tidak berfungsi. Bahan makanan kami kadang jadi rusak. Lalu karena listrik padam, suasana gelap, panas dan fasilitas internet yang tidak berfungsi membuat kunjungan sepi,” ungkap Munifa.

Menanggapi masalah itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku telah mendapat laporan soal pemadaman dari General Manager PT PLN. Syahrul mengaku, pihaknya sudah mendapatkan penjelasan mengenai kekurangan daya yang berakibat pada pemadaman listrik di beberapa daerah di Sulsel.

Menurutnya, pemadaman terjadi karena terdapat kerusakan sumber listrik PLTB yang ada di Kabupaten Jeneponto, dengan daya kurang lebih 200 MW. Akibat kerusakan, PLN terpaksa harus melakukan penarikan energi lain, dan itu butuh proses. “Ini yang sedang berproses sambil disana diperbaiki.

Masalahnya disana itu, rupanya batu bara yang ada di Jeneponto basah dan menempel pada turbin-turbin yang ada,” jelas Syahrul, Selasa (10/1/17). Sehingga dengan kondisi itu, lanjut dia, tentu akan berdampak pada sistem pasokan kelistrikan, khususnya yang masuk ke Kota Makassar.

“Tetapi pelan-pelan, saya sudah mendesak PLN untuk diperbaiki agar semua bisa segera diatasi. Sebenarnya kita punya cadangan listrik, tetapi proses pengalihannya tidak bisa hanya satu atau dua hari langsung bisa dialihkan, butuh proses sambil dilakukan perbaikan,” katanya.

Saat ini, masih kata Syahrul, semua pihak diminta bersabar dan menghargai keseriusan PLN mengatasi masalah tersebut. “Ini tentu harus kita hargai, karena ini persoalan teknis dan masalah alam. Mereka tidak main-main dengan kondisi itu,” pungkasnya. (eky)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top