Sepele tapi Bisa Bikin Jadi Jutawan – FAJAR sulsel
News

Sepele tapi Bisa Bikin Jadi Jutawan

Prospek Bisnis Turatea Etawa

Peluang usaha ternak kambing etawa saat ini telah menjelma menjadi salah satu usaha booming. Ada banyak alasan mengapa banyak sekali para pengusaha lokal tertarik untuk menekuni peluang usaha ternak kambing etawa ini.

Laporan: Hasmiati Mus
—————————–
Jeneponto

Kebutuhan masyarakat serta permintaan daging yang terus melonjak drastis setiap harinya, membuat harga daging terus meroket. Maka tak heran jika banyak para pelaku usaha yang tertarik untuk menekuni usaha ternak kambing, tanpa terkecuali ternak kambing etawa.

Salah satu pelaku usaha yang mencoba peruntungannya berternak kambing etawa adalah Bhany Supriady. Meski demikian, Owner Turatea Etawa ini mengaku, untuk sukses dalam bisnis tersebut tidak dapat diraih dalam sekejap mata. Butuh waktu, butuh pengorbanan yang besar dan yang lebih utama adalah butuh niatan yang besar.

Terutama dalam hal beternak, kambing etawa adalah hewan yang bernyawa, yang tentunya juga memerlukan perlakuan yang berbeda jika dibandingkan dengan barang lain yang tidak bernyawa.

“Paling utama dalam bisnis ini adalah kesehatan hewan ternak. Makanya, kami selalu mengutamakan kesehatan kambing karena kita sangat paham jika ternak tersebut nantinya akan dikonsumsi, seperti hidangan makanan hingga susu,” katanya.

Alhasil, lanjut Bhany, dengan mengutamakan kesehatan hewan ternaknya, konsumen kian mempercayai Turatea Etawa baik dari kalangan bawah hingga birokrat. Apalagi, harga yang ditawarkannya pun terjangkau. Yakni, untuk kambing etawa usia tiga bulan dibanderol Rp2,5 juta dan usia dua tahun Rp8 juta.

Sedang untuk kambing lokal, di usia sembilan bulan hingga satu tahun dibanderol Rp1,5 juta dan dua tahun Rp2,5 juta. “Alhamdulillah, kami pernah meraup omzet yang lumayan. Karena kambing yang kami jual ini adalah kambing yang siap dikonsumsi atau untuk diproduksi susunya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, keuntungan lainnya dalam mengembangbiakkan ternak yakni kotorannya pun bisa bernilai ekonomi. “Kotoran dan kencing etawa ini bisa dijadikan pupuk untuk pengusaha lombok. Bahkan, kotoran inipun kerap kali dipesan petani dari berbagai daerah di Sulsel,” ungkapnya.

Bhany yang juga berkerja di RSUD Lanto Dg Pasewang ini mengaku, alasannya merintis usaha kembang biak ternak tersebut tak lain merupakan hobi. Terutama dalam membantu masyarakat mendapatkan lapangan pekerjaan.

“Saya berharap pemerintah Jeneponto, dapat mengapresiasi pengusaha lokal khususnya peternak Etawa. Karena hal ini sangat berpengaruh pada peningkatan ekonomi daerah dan membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan,” ujar pria yang merintis usaha Turatea Etawa dibilangan Ujung Tanah, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto ini.(*)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top