Seperti ‘Mandul’ ke Bandar – FAJAR sulsel
News

Seperti ‘Mandul’ ke Bandar

foto-hlll

* Peredaran Narkoba Sudah Lama, Anggota DPR Sentil BNN dan Polres di Luwu Raya

PALOPO — Peredaran narkoba di Palopo dan Luwu Raya sudah kronis. Sudah bak layaknya seperti mau membeli kacang, gampang dapatnya. Buktinya, hampir setiap hari pengedar dan pemakai ditangkap pihak kepolisian atau BNN. Tetapi dari sekian banyak yang ditetapkan tersangka, justru bandar, pemasok utamanya tidak pernah ditangkap. Sepertinya polisi dan BNN ‘mandul’ ke mereka.

Keprihatinan ini dilontarkan Anggota DPR RI asal Sulsel dari Fraksi NasDem, Luthfi A Mutty. Kepada Palopo Pos, mantan bupati Luwu Utara ini mengungkapkan, pemakaian narkoba di Luwu Raya sudah berlangsung lama dan sangat meresahkan warga.

Selama ini yang tersentuh oleh aparat hanya pemakai dan pengedar. ”Sementara bandarnya tidak tersentuh. Ini tentu sangat disayangkan karena fungsi satnarkoba di 4 polres di Luwu Raya ditambah BNN seperti “mandul”,” ujarnya, Senin 0 Januari 2017, melalui sambungan seluler.

Luthfi berharap agar tiap kapolres di Luwu Raya memberi perhatian khusus pada penanganan narkoba. Karena ini menyangkut masa depan bangsa. ”Pemakainya umumnya generasi muda,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Anggota DPR RI, Markus Nari. Politisi Golkar ini bahkan meminta agar lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) yang ada di Palopo harus ditingkatkan.

“Saya minta kinerja BNN ini harus tuntas. Jangan setengah-setengah tidak sampai kepada bandar utamanya. Inikan merusak generasi bangsa,” kata Markus.

Lebih jauh, Markus Nari menjelaskan, BNN harus berkaca dari kinerja BNN yang ada di Jawa. Kenapa? Di Jawa, BNN mampu menangkap peredaran narkoba skala besar hingga bandar utamanya.

“Ini yang kita mau dorong BNN di Sulsel harus punya taji. Kalau ada indikasi pabrik pembuatan narkoba di Sulsel segera lakukan pengecekan dan penggerebekan. Ini tidak bisa dibiarkan. Narkoba musuh bersama,” sebutnya.

Pengamat hukum asal Unanda Abd Rahman Nur mengapresiasi kinerja kepolisian dan BNN. Dalam memerangi narkoba. Karena, mereka makin gencar membebaskan Palopo dari barang terlarang tersebut. Hanya saja, mereka diingatkan agar berani menyentuh ke bandarnya.

Polisi dan BNN harus mengembangkan dari penemuan pengguna dan pengedar yang telah dibekuk ke bandar narkobanya. ”Jangan yang kelas teri saja disentuh oleh hukum, tapi yang kakapnya juga. Biar hukum di masyarakat memberikan rasa keadilan,” tandas Abd Rahman Nur, SH, MH, Senin 9 Januari 2017, kemarin.

Di awal tahun ini, satnarkoba Polres Palopo telah mmproses tiga kasus narkoba. Kemudian dua terduga pengedar dibekuk sekaligus pada hari Sabtu 7 Januari 2017, lalu.

Dua orang tersebut, masing-masing, Ambo Asse dan Erpan Musrin. Dua pengedar memang sudah lama diintai. Ada enam bulan. Namun, akhirnya dua pengedar narkoba berhasil dibekuk. Hanya saja, dalam aksi penggerebekan yang terjadi di dua lokasi berbeda, salah seorang pelaku berusaha melawan polisi.

Pria bernama Ambo Asse tak segan-segan melayangkan pukulannya kepada petugas yang mencegat langkahnya.
Tersangka Ambo Asse, digerebek di Jalan Cakalang, Kelurahan Surutangga, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo. Sedangkan Esran dibekuk di kompleks perumahannya, kompleks Perumahan Libukang Permai.

Mahasiswa program doktor ilmu hukum UMI ini, menambahkan,
termasuk sebaiknya BNN dan Polisi menginisiasi masyarakat anti narkoba biar bisa membantu kerja aparat berwenang dalam memberantas narkoba. ”Tanpa keterlibatan masyarakat memang berat buat pihak berwenang menjalankan tugasnya karena keterbatasan sumberdaya,” tandas wakil dekan fakultas hukum Unanda.(idr-ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top