Ternyata, Granat Berdaya Ledak Tinggi – FAJAR sulsel
News

Ternyata, Granat Berdaya Ledak Tinggi

* Dikira Benda Biasa, Warga Malili Masukan ke Peti Kayu Ukuran Kotak Tisu

MALILI — Granatnya masih aktif. Daya ledaknya disebutkan cukup tinggi. Sampai radius 50 meter. Kalau ini meledak, satu bangunan bisa hancur. Untung saja, barang berbahaya yang disimpan warga Malili di rumahnya, cepat diamankan ke kodim 1403 Sawerigading.
****
Granat dimasukan ke peti kayu ukuran kotak tisu disimpan selama 39 tahun. Kemarin, granat yang disebutkan anggota TNI dalam kondisi aktif telah dibawa ke kodim 1403 Sawerigading. Dibawa oleh Danramil Malili, Kapt Inf Asmirullah.

Tindakan cepat anggota TNI ini atas perintah Dandim 1403 Sawerigading Letkol Kav Cecep Tendi Sutendi. Begitu mendapat laporan ada granat aktif di rumah warga, dandim langsung memerintahkan pabungnya memantau penemuan granat tersebut.

Awalnya, granat buatan pindad ini disimpan warga di rumahnya. Disimpan selama 39 tahun di dalam peti ukuran kotak tisu. Konon, granat memiliki daya ledak radius 50 meter.

DI benda tersebut tertulis granat jenis Korea. ”Jika pengaman granat ini dilepas satu rumah bisa hancur,” ujar Dandim 1403 Sawerigading Letkol Kav Cecep Tendi Sutendi, melalui
Perwira Penghubung (Pabung) Luwu Timur, Mayor Inf Simon Martes, Selasa 10 Januari 2017, kemarin.

Granat dibungkus dengan kain berwarna pink. Dimasukkan ke dalam kotak kayu seukuran kurang lebih sama dengan kotak tisu. Peti itu tampak dipaku pada tepi ujungnya.

Saat dibuka, anggota TNI terpaksa merusak kotak tersebut menggunakan obeng. Tentu dengan hati-hati. Saat dibuka, kain berwarna pink terlihat sudah kusam. Granat itu sendiri sudah terlihat berkarat dan tua. Anggota TNI kemudian mengikatnya dengan tali rafia berwarna biru biar aman.

Informasi dari Perwira Penghubung (Pabung) Luwu Timur, Mayor INF Simon Martes, warga yang menyerahan granat tersebut adalah Suryana Mahmud, wanita berusia 31 tahun ini tinggal di Jalan Abdullah, Kelurahan Malili, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Sehari-harinya, wanita yang masih lajang ini bekerja di counternya.

Keberadaan granat ini sebenarnya sudah diterima oleh Babinsa Malili, Sertu Yoseph dan Sertu Aminullah. Babinsa ini menerima laporan dari Suryana. ”Jika wanita ini menyimpan 1 granat aktif di dalam peti kecil di rumahnya,” kata Mayor Inf Simon, kepada Palopo Pos.

Menurut Pabung Lutim ini, keberadaan granat tersebut diawali saat orang tua Suryana membeli rumah dari seorang purnawiraan TNI bernama Saleh. Itu pada tahun 1977. “Saat orangtuanya membeli rumah tersebut, ada granat digantung di tiang tengah rumah,” kata Mayor Inf Simon.

Namun, granat tersebut baru dipetikan pada tahun 2003. Setelah dipetikan, granat yang berada di dalam peti disimpan di dalam lemari. Hingga akhirnya, Senin 9 Januari 2017, Danramil Malili bersama lima orang anggotanya mengecek langsung informasi dari babinsanya. Danramil mengunjungi langsung rumah Suryana.

“Saat dilakukan pengecekan, ternyata benar, di rumah itu memang ada granat yang disimpan di dalam lemari. Suryana lalu menyerahkannya kepada Babinsa,” jelasnya.

Granat itu kemudian dibawah ke Koramil Malili untuk diamankan. “Dan atas perintah Dandim, granat itu kita bawa ke Makodim Palopo untuk diamankan,” tandasnya.(akm-ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top