BI Tambah Rp3 Triliun – FAJAR sulsel
News

BI Tambah Rp3 Triliun

Uang Rupiah Baru

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Bank Indonesia (BI) saat ini gencar melakukan sosialisasi mengenai uang baru Tahun Emisi (TE) 2016 yang baru saja telah diluncurkan. Sosialisasi tersebut tidak hanya di kota Makassar tapi penetrasinya hingga ke daerah-daerah.

Olehnya itu, pihaknya akan menambah kas titipan di daerah Bone dengan kapasitas penyimpanan Rp200-250 miliar awal Februari 2017 mendatang. “Saat ini kami memiliki tiga kas titipan yakni di Kota Palopo, Parepare dan Bulukumba,” ucap, Wiwiek Sisto Widayat, Kepala Perwakilan BI Sulsel, saat sosialisasi uang baru, di Novotel, Rabu (11/1/17).

Wiwiek mengatakan, kas titipan tersebut berfungsi untuk meratakan penggunaan uang baru ke setiap daerah-daerah secara bertahap. Saat ini, pihaknya tengah bekerjasama dengan 12 Bank serta melakukan kas keliling di 12 pasar tradisional yang ada di Kota Makassar.

“Kami ada di pasar toddopuli, pa baeng-baeng dan penukaran di 12 Bank besar. Serta instansi terkait lainnya,” ujarnya. Kedepan, pihaknya akan menambah kerjasama Bank hingga berjumlah 63 Bank harus sudah bisa melayani penukaran uang baru TE 2016 ini. Hingga saat ini pendistribusian uang baru telah mencapai Rp75 miliar.

Tak hanya itu, penambahan uang baru sebesar Rp2-3 triliun juga akan dilakukan dua minggu mendatang. Penambahan tersebut meningkat jika dilihat uang baru TE 2016 perdana khusus di wilayah cakupan BI Sulsel tahap awal mendapatkan jatah sebesar Rp103,9 miliar atau sebanyak 359 peti.

Wiwiek menuturkan untuk mencapai target tersebut pihaknya sudah menyiapkan kas keliling hingga ke pelosok daerah bahkan ke pulau-pulau terluar. Agar masyarakat terpencil bisa langsung menukarkan uangnya dengan fasilitas yang diberikan. “Bulan lalu kita ke pelosok dan berhasil menarik uang lusuh sebanyak Rp15 miliar,” tandasnya.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia, Jundun Faisal menambahkan ada beberapa strategi yang akan diterapkan agar penyebaran uang baru ini cepat sampai ke tangan masyarakat. “Kita juga akan siapkan di 12 bank 2 kali seminggu untuk penukaran uang baru itu. Kami batasi jumlah penukarannya saat ini karena kita mau semua merata pembagiannya,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata dia, BI terus memetakan jumlah uang baru yang akan di sediakan di setiap bank tersebut. Untuk jangka waktu kapan terealisasai penyebaran uang baru ke masyarakat itu dilakukan secara bertahap. Pihak BI tidak bisa memprediksi kapan penyebaran tahap awal akan terselesaikan.

Untuk pecahan lama sendiri, Jundun mengaku, pihaknya masih diberlakukan juga sebagai alat tukar resmi. Namun, untuk memastikan kapan penghabisan secara utuh di tangan masyarakat membutuhkan waktu. “Bisa memakan hingga 5 hingga 10 tahu. Tapi tetap kita tunggu perintah dari pusat. Kalau ditarik serentak. Pasti kami akan segera melakukan itu,” akunya. Menurutnya, tiap hari pihaknya melakukan pemusnahan.

Rata-rata perbulan pihaknya memusnahkan UTLE sebanyak Rp1,2 triliun dari seluruh perbankan yang ada di Sulsel. Dia menyebutkan, ada beberapa kategori uang mana yang harus ditarik dari peredarannya. Seperti penuh dengan sobekan, coretan, kusut atau kumal dan penuh dengan bercak noda. Sehingga uang tersebut tidak layak dan tidak sehat. Masyarakat juga perlu tahu penukaran uang pecahan baru tidak dikenakan biaya apapun.(nda/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top