Polres Terkesan Tutupi Kasus Pencurian – FAJAR sulsel
News

Polres Terkesan Tutupi Kasus Pencurian

* Kanit Tipidum Usir Wartawan

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — Kepolisian Resort Bulukumba terkesan menutup-nutupi kasus pencurian yang terjadi di Pasar Sentral Bulukumba yang sempat terekam CCTV.

Hal tersebut dibuktikan tidak adanya perkembangan kasus pasca pelaporan. Anehnya kepolisian justru mengusir wartawan saat hendak mempertanyakan kasus yang diduga melibatkan oknum anggota TNI itu.

Saat wartawan hendak meminta hasil penyelidikan kasus pencurian kios Istana Sandal 30 Desember 2016 lalu, dengan nada kasar dan berteriak, Ipda Muhaimin mengusir wartawan.

“Ini masih tahap penyelidikan, kau keluar,” teriaknya.

Bahkan, Muhaimin melarang wartawan untuk mengabadikan pemeriksaan pemilik kios Istana Sandal, Khusnul Hatimah, dengan kembali berteriak dan memukul meja yang sontak perhatian tertuju pada ruangan Tindak Pidana Umum (Tipidum).

“Kau keluar, ini baru diperiksa,” teriaknya sambil memukul meja.

Ipda Muhaimin yang dikonfirmasi mengaku jika hal tersebut hanya sekadar miss kommunikasi saja, dikarenakan kepolisian belum ingin mengekspos hal tersebut karena menyangkut 2 instansi yaitu TNI dan kepolisian.

Menurutnya, kepolisian hingga saat ini masih mempelajari hasil rekaman CCTV, karena ada keterlibatan oknum anggota TNI, kepolisian belum ingin terlalu pulgar mempublikasikan.

“Kita harus hati-hati karena CCTV, merekam anggota TNI, jangan sampai kita yang disalahkan,” ujarnya.

Sementata itu, Kapolres Bulukumba memerintahkan untuk melakukan koordinasi dengan humas terkait masalah tersebut.

“Coba konfirmasi dulu dengan humas, nanti saya yang arahkan ke sistem informasi pengawasan (Siwas). Maaf saya saat ini berada diluar Indonesia,” katanya.

Waka Polres, Kompol Agus Haerul yang dikonfirmasi mengaku sudah memanggil Ipda Muhaimin guna meluruskan hal tersebut.

“Nanti saya panggil itu anggota (Ipda Muhaimin,” singkatnya.

Ketua Forum Jurnalis Selatan (FJS), Suparman mengecam pengusiran yang dilakulan oleh pihak kepolisian, dan meminta oknum tersebut untuk meminta maaf.

“Ini tidak boleh terjadi, pekerjaan jurnalis dilindungi UU pers, dan kami mengecam hal ini,” ujarnya. (*)
———————————————

RADAR SELATAN

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top