Rehana: Granat itu Hampir Saya Buang ke Sungai – FAJAR sulsel
News

Rehana: Granat itu Hampir Saya Buang ke Sungai

Grnak

MALILI— Rehana (63) yang tak lain ibu dari Suriana (30), mengatakan jika granat tersebut sudah terlupakan. Kembali diingat setelah nonton televisi yang memberitakan tentang ledakan bom.

“Itu granat sudah kami lupa, nanti ada berita tentang ledakan di TV baru kami ingat kembali, kalau dulu ada granat disimpan dan dibungkus rapi dalam peti, lalu anak saya suruh melapor ke tentara supaya benda itu diamankan. Oh ya, benda itu hampir saya buang ke sungai Malili, karena tidak berguna, saya kira itu apa,” tutur Rehana kepada Palopo Pos, Rabu 11 Januari 2017.

Awalnya dia bersama keluarganya yang tinggal dalam rumah tidak tahu barang apa itu, dirinya hanya mengira kalau benda itu “pusena banua” atau yang biasa digantung orang dulu ditiang pusat rumah.

Nah waktu itu jatuh karena tali gantungannya yang terbuat dari kain putus saat rumah panggung papan tersebut dibenahi saat dipindahkan dari Hombes.

Saat benda itu jatuh Mahmud, (70) yang tak lain suami dari Rehana mengambil dan menyimpannya dipeti dalam lemari sampai 2017 ini.
Rehana dan Mahmud, adalah pasangan suami istri warga asal Belawa Kabupaten Wajo. Mereka datang ke Malili pada tahun 1970an untuk mencari kehidupan.

Ia membeli rumah milik anggota TNI yang bernama Pak Saleh tahun 1977. Awalnya rumah tinggi yang terbuat dari kayu tersebut, berada di lokasi Hombes Desa Puncak Indah Malili. Karena sudah dibeli kemudian dipindahkan di jalan Haji Abdullah Kelurahan Malili tahun 1977 sampai sekarang.

Mahmud kala itu bekerja diperusahaan salah satu kontraktor di PT Inco. Sementara Rehana adalah ibu rumah tangga yang membuka kios menjual barang campuran. Dan Mereka dikaruniai 7 orang anak. Suriana anak ke-5 yang masih gadis. Sementara yang lain sudah berkeluarga.

Suriana adalah wanita yang belum menikah dan belum pula bekerja, dan masih tinggal bersama orang tuannya di rumah batu permanen yang belum setahun ini ditinggalinya, yang letaknya berada disamping rumah kayu tersebut.

Sementara rumah kayu tempat ditemukannya granat, masih terlihat kokoh, dan sampai saat ini masih ditinggali oleh sejumlah keluarganya.(akm/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top