Rp4 Miliar Belum Cukup – FAJAR sulsel
News

Rp4 Miliar Belum Cukup

Wakil-Ketua-Komisi-III-DPRD

*Untuk Bangun Kembali Bendung Radda

BELOPA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu mengalokasikan anggaran Rp4 Miliar untuk membangun kembali Bendung Radda di Desa Pasamai Kecamatan Belopa. Hanya saja alokasi anggaran tersebut dinilai belum cukup untuk membangun keseluruhan badan bendung.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Luwu, Ir Ishak Sallo, kepada Palopo Pos, Rabu 11 Januari 2017 mengungkapkan, pembahasan APBD 2017 antara eksekutif dan legislatif Desember 2016 lalu telah menyepakati alokasi anggaran Rp4 Miliar untuk membangun kembali bendung Radda yang rusak diterjang banjir bandang. Dan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat petani yang sawahnya diairi Bendung Radda.

Hanya saja, kata Ishak Sallo, alokasi anggaran Rp4 Miliar ini masih jauh dari cukup untuk menuntaskan pembangunan Bendung Radda yang mampu mengairi sawah seluas kurang lebih 1.000 hektar di Kecamatan Belopa dan Suli tersebut.

“Seperti yang diungkapkan SKPD terkait, Bendung Radda ini membutuhkan anggaran sekitar Rp30 Miliar. Alokasi anggaran Rp4 Miliar ini sangat minim dan harus segera mendapatkan tambahan anggaran untuk secepatnya menuntaskan pembangunan Bendung Radda agar dapat melayani sawah-sawah petani,” kata Ishak Sallo.

Legislator Partai Hanura Luwu mengatakan, disamping Pemkab Luwu mengupayakan tambahan anggaran untuk pembangunan Bendung Radda, pihak komisi III DPRD Luwu juga akan ikut membantu mencari tambahan anggaran pembngunan Bendung Radda, sehingga Kamis besok (hari ini, Red) Komisi III akan berkonsultasi ke Dinas PSDA Pemerintah Provinsi Sulsel.

“Beberapa waktu lalu kita sudah ke Balai Besar Wilayah Sungai Jenebrang dan Pompengan dan kita diminta untuk membicarakan permintaan tambahan anggaran ini ke Pemerintah Propinsi Sulsel. Setelah itu kami juga akan menemui di Kementerian terkait di Jakarta,” kata Ishak Sallo.

Koordinator Forum Pemuda Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (FP2KEL) Kabupaten Luwu, Ismail Ishak, kepada harian ini mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan dihapusnya Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Luwu, sehingga menyulitkan Pemkab Luwu untuk berbuat optimal dalam pembangunan sarana irigasi, untuk mengairi sawah petani.

“Kita memiliki areal persawahan cukup luas hingga mencapai 39 ribu hektar. Tetapi yang kami sayangkan mengapa Dinas PSDA dihapus, padahal OPD ini berperan penting memberikan pelayanan pengairan bagi sawah-sawah penduduk.Akibatnya kita kewalahan untuk membenahi irigasi kita. Untuk itu kami berharap tahun ini juga bisa diusulkan kembali pembentukan Oragnisasi Perangkat Daerah Dinas PSDA Luwu,” tandas Ismail Ishak.(and/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top