Studi Banding Massal Dinilai Tak Selaras Dengan Visi Pemerintah – FAJAR sulsel
News

Studi Banding Massal Dinilai Tak Selaras Dengan Visi Pemerintah

BULUKUMBA, RADAR SELATAN.CO.ID — PB KKMB (Pengurus Besar Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba) menyoroti rencana studi banding ke Bali oleh pihak RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Andi Sultan dg Raja Bulukumba

dengan memboyong 60 staf. Kebijakan tersebut dinilai tidak sesuai dengan visi pemerintah.
Sekertaris PB KKMB, Ridianto mengatakan, studi banding massal ini tidak sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) nomor 23 tahun 2015 tentang pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum serta Permendagri nomor 61 tahun 2007 tentang pedoman tehnis pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah, “Didasari atas Kondisi pelayanan publik yang diberikan penyelenggara Negara yang dirasa belum memuaskan,” katanya.
Menurut Mahasiswa asal Kajang itu, semangat atas pembentukan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) tidak harus dimaknai sebagai bentuk kebebasan mutlak atas pengelolaan keuangan dalam melakukan dan menerapkan upaya peningkatan tata kelola dan strategi jasa layanan. Pertimbangan norma dan moral ethis harus menjadi instumen yang secara tak langsung mempengaruhi proses-proses perencanaan dari stategi aksi BLUD. “Dalam hal ini semangat perencanaan idealnya harus sevisi dengan prioritas aksi pembangunan kesehatan pemerintah daerah,” ujar Rudi.
Jika merujuk pada rencana Studi Banding massal tim Akreditasi RSUD Bulukumba, lanjut Rudi, dalam potretnya, hal ini dianggap sebagai program siluman yang didorong tanpa melalui proses telaah dan pendalaman terhadap semangat visi kepala daerah oleh tim penilai dokumen administrarif.
“Semangat BLUD adalah Peningkatan Layanan Dan Efisiensi anggaran serta Produktivitas, artinya rencana studi banding ini telah melewati tim penilai tersebut. Jika itu betul berarti tim penilai atau biasa disebut tim pembina yang kalau tidak salah di ketuai oleh pejabat SKPD yang antara lain Sekertaris Daerah kurang faham semangat dari visi pemerintah saat ini,” tegas mahasiswa UIN Alauddin itu.
“Semoga dugaan saya keliru, sebab jika tidak, itu berarti agenda studi banding Akreditasi ini adalah sebuah upaya sistemik yang dilakukan untuk membangun opini sentiment negative terhadap semangat pemerintah dalam upaya perbaikan kualitas jasa layanan berbasis Efisiensi dan Efektifitas,” lanjut Rudi.
Dengan itu, Rudi mengajak semua membantu mewujudkan semangat pemerintah yang sedang on fire saat ini soal peningkatan mutu dan kualitas layanan kesehatan dengan mendorong program-program perencanaan yang bersifat partisifatif, transparan dan akuntabel. (jar)

RADAR SELATAN

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top