Tanam Cabe di Torut Dijadikan Kebijakan Nasional – FAJAR sulsel
News

Tanam Cabe di Torut Dijadikan Kebijakan Nasional

HL-BERKAITAN-YOEL

RANTEPAO–Patut diacungi jempol. Terkait dengan kebijakan Bupati Toraja Utara (Torut) Kalatiku Paembonan melaui program penananam cabe dan tomat di setiap rumah tangga antara 5-20 pohon mendapat respon positif.
Betapa tidak, pemerintah pusat memberikan apresiasi terhadap program tersebut. Sehingga program tersebut saat ini dimasukkan dalam kebijakan nasional melalui Kementrian Pertanian.

Keputusan itu disepakati menjadi pencanangan program nasional oleh Kemetrian Pertanian ketika diadakan rapat kerja pembangunan pertanian nasional tanggal 4 Januari 2017 di Hotel Bidakara Jakarta.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pertanian Torut, Salvius Pasang, SP, MP membenarkan hal tersebut.

Dalam rapat kerja pembangunan pertanian saat itu, yang memimpin rapat adalah bapak presiden RI Joko Widodo, dan salah satu kebutusan rapat adalah program menanam cabe untuk 5-20 pohon per rumah tangga dijadikan kebijakan nasional tahun 2017 ini.

Ditanya soal mengapa sampai program menanam cabe dapat diadopsi secara nasional, Salvius menjawab kebijakan bupati itu diketahui oleh Tim Balai Penelitian Pertanian Kementrian Pertanian dari pusat saat berkunjung ke Torut 2016 lalu.

“Tim Balai Penelitian Pertanian Kementerian Pertanian yang mengetahui program kita ini. Ketika tim ini datang, kami jelaskan bahwa salah satu program unggulan pak bupati adalah program menanam cabe dan tomat antara 5-20 pohon di setiap rumah tangga,” jelas Salvius.

Hingga kini, di Torut program tersebut tetap berjalan karena merupakan salah satu program unggulan Pemda, dan hasilnya sangat positif. Sebab secara nasional saat ini terjadi lonjakan harga cabe di mana-mana, dan dampaknya tidak terjadi di Torut.

“Program pak bupati menanam cabe dan tomat ini, hasilnya sangat positif karena Toraja Utara harga cabe tetap normal dengan harga Rp50.000/kg, ketimbang di daerah lain harga cabe sangat melonjak kisaran Rp50.000-hingga Rp250.000/kg,” kata Salvius.

Salvius menambahkan, saat ini pusat mengambil kebijakan nasional menanam cabe 5-20 pohon per rumah tangga, karena cabe merupakan salah satu komuditi yang ikut mempengaruhi inflasi di Indonesia.

“Ini terbukti, karena sampai hari ini (kemarin, red) harga cabe melambung tinggi kisaran Rp150.000 sampai dengan Rp250.000 per kilo gram, kecuali Torut harga stabil dan masih tetap dengan harga Rp 50.000 per kilo gramnya,” Kunci Salvius.(uka/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top