Daftar Tunggu Luwu Raya Berkurang – FAJAR sulsel
News

Daftar Tunggu Luwu Raya Berkurang

nURUL-Haq

* Kuota Haji Palopo Naik 108, Lutra 228, Lutim 155

PALOPO — Daerah menyambut gembira kuota haji yang kembali normal. Di awal tahun 2017 ini, Arab Saudi menyetujui usulan penambahan kuota haji Indonesia. Jika kuota bertambah atau kembali normal, maka daftar tunggu haji di Luwu Raya berkurang.

Di Kota Palopo, misalnya, dulunya menunggu 20 tahun, sekarang menjadi 16 hingga 17 tahun ke depan. Begitu juga soal kuota. Jika kembali normal, maka jumlah jamaah haji di Palopo kembali ke angka 108 orang.

”Ini tentu saja kabar baik. Tapi, kami masih menunggu regulasi dari pusat,” ujar Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Palopo, Drs H Nurul Haq, MH, Kamis 12 Januari 2017 kemarin.

Saat ini, sebut Nurul Haq, Kemenag masih menggunakan kuota yang ditetapkan yakni 86 orang. Dimana 86 orang yang akan berangkat tahun 2017 ini sudah keluar nama-namanya. Jika memang ada penambahan atau kembali normal, maka nama-nama yang di bawah daftar CJH yang akan berangkat yang akan diambil.

”Nama-nama yang akan berangkat mendaftar pada April 2010 hingga September 2010. Jika memang ada penambahan atau kembali ke normal, maka nama yang berada di bawahnya yang akan diambil untuk keberangkatan tahun 2017 ini,” sebutnya.

Berdasarkan informasi data sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat) Kementerian Agama Palopo hingga Desember 2016 pendaftar CJH Kota Palopo sudah menembus angka 1.657 orang.

Nurul Haq menyebutkan, sebagai lembaga yang menangani penyelenggaraan haji, Kemenag Kota Palopo memang kewalahan dengan jumlah pendaftaran CJH Kota Palopo yang membengkak setiap tahun. Sementara disisi lain kuota haji yang hanya bisa diberangkatkan hanya 86 orang.

Sementara untuk setoran awal agar bisa mendapat nomor porsi, CJH harus menyetor Rp25 Juta. Dan uang tersebut masuk ke rekening Kemenag pusat.
Luwu Utara paling merasakan tingginya kenaikan dari penambahan kuota haji tersebut.

Jika ada penambahan atau mengembalikan kuota seperti sebelumnya, jumlah jamaah haji Lutra mencapai 228 orang. ”Maka calon jamaah haji menunggu tinggal 10 tahun,” ujar Kepala Kantor Kemenag Lutra, melalui bagian haji, Addas, S.Sos, kepada Palopo Pos, Kamis 12 Januari 2017, kemarin.

Saat ini, kata dia, daftar tunggu calon jamaah haji Luwu Utara mencapai 4000. Harus menunggu hingga 20 tahun lagi. ”Jika kuota haji Lutra masih 182 sekali berangkat,” katanya.

Terkait dengan adanya informasi penambahan kuota haji dari pemerintah pusat, ia mengaku belum mendapat petunjuk dari pusat. ”Jadi kita berharap ini dapat terealisasi, karena daftar tunggu haji Lutra mencapai 4000 orang. Karena itu, kita berharap penambahan ini dapat terwujud, sehingga masyarakat kita yang akan berhaji akan dapat terwujud,” paparnya

Dari Luwu Timur dilaporkan, dengan adanya pengembalian kuota jamaah haji, tentunya mengurangi daftar tunggu yang menumpuk. Jika dihitung khusus di Luwu Timur, untuk daftar tunggu sekarang sudah mencapai 2.976. Sesuai dengan jumlah daftar tunggu ini, baru bisa habis sampai 24 tahun ke depan.

”Otomatis dengan pengembalian kuota jamaah haji akan mengurangi daftar tunggu yang ada,” ujar Kasi Penyelangaraan Haji dan Umrah, Abdul Hafid, melalui stafnya Nurlela, kepada Palopo Pos, kemarin.

Nurlela mengatakan, dengan adanya pengembalian kuota jemaah ini, jamaah calon haji di Luwu Timur naik sebanyak 31 orang atau 20 Persen. “Tahun 2016 kemarin, jumlah kuota jemaah haji hanya 124, dengan adanya pengembalian kuota jadi bertambah 155, tambahn ini naik 20 persen,” ungkapnya.

”Itupun kita masih menuggu info dari kantor wilayah (Kanwil) kementerian agama Provinsi Sulsel. Belum ada informasi masuk sampai saat ini untuk pengambilan kuota dari kanwil Sulsel,” ungkapnya.

Menurut Nur, dengan adanya pengembalian kuota jamaah, hingga sampai saat ini, banyak pendaftaran yang sudah menunggu selama tahun 2010 juga menanyakan kepastianya. “Iya memang ada pengembalian, tapi belum ada info resmi dari Kanwil kemeng Sulsel yang diterima kemenag Lutim,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, kuota haji Indonesia tahun 2017 naik sebanyak 52.000. Dari 168.800 pada 2016 menjadi 221.000 orang.

Selain pengembalian kuota menjadi sebesar 211 ribu pemerintah Arab Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota untuk Indonesia sebesar 10 ribu.

Jokowi mengatakan, total kenaikan kuota haji untuk Indonesia mencapai 52.000, dibanding tahun 2016 sebesar 168.800 menjadi 221.000 orang. Kenaikan kuota haji itu merupakan tindak lanjut dari kunjungannya ke Arab Saudi pada September 2015, dan pertemuannya dengan Deputi Kerajaan Arab Saudi di Hangzhou pada September 2016.

Tambah Kuota Haji Jangan Sampai Tambah Masalah

Sesungguhnya ada dua usaha untuk menambah jumlah kuota haji Indonesia. “Pertama adalah memperjuangkan normalisasi kuota, dan kedua memperjuangkan penambahan kuota,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mujahid, Kamis 12 Januari 2017.

Diketahui pemerintah Arab Saudi melalui Menteri Haji dan Umrahnya memutuskan untuk mengembalikan kuota haji Indonesia menjadi 211 ribu. “Normalisasi kuota bisa memotong antrean dua sampai tiga tahun,” imbuh Sodik.

Namun politisi Partai Gerindra ini mengingatkan agar Kementerian Agama mempersiapkan segala sesuatunya agar nantinya jangan sampai lonjakan jamaah malah tambah masalah.

Meski telah dikembalikan kuota hajinya normal seperti tahun 2013 lalu, pemerintah Indonesia berencana meminta tambahan lagi jumlah kuota sebanyak 10 ribu. Hal itu juga sudah disetujui oleh Arab Saudi.

Tapi, Sodik bilang penambahan tersebut sesungguhnya hanya bentuk penyesuaian jumlah penduduk muslim sesuai kesepakatan Organisasi Konferensi Islam (OKI), di mana perbandingannya adalah 1/1000 penduduk muslim. “Jumlah yang sesuai dengan jumlah penduduk muslim Indonesia saat ini,” pungkasnya.(krm-jun-rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top