Demo 121 Desak Pemerintah Turunkan Tarif – FAJAR sulsel
News

Demo 121 Desak Pemerintah Turunkan Tarif

hhhhg

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Aksi Unjukrasa 121 yang dilakukan ratusan elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar, Kamis (12/1/17) kemarin, mendesak pemerintah agar menurunkan semua tarif yang telah diberlakukan di tengah-tengah masyarakat.

Demo 121 yang digelar di beberap titik itu, mendesak Presiden RI, Joko Widodo agar menurunkan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan tarif listrik. Tak hanya itu, pengunjukrasa juga meminta pemerintah turunkan harga BBM dan kenaikan kebutuhan masyarakat lainnya.

Seperti pantauan di lapangan, ratusan mahasiswa membentangkan spanduk yang bertuliskan menolak kenaikan BBM, tarif PNBP, tarif listrik dan kenaikan kebutuhan masyarakat lainnya. Kenaikan tarif dan harga itu, dinilai hanya sensarakan masyarakat. Ada beberapa titik aksi 121 di kota Makassar terkait isu tersebut, yakni Fly Over, DPRD Sulsel, PLN Hertasning, PJR Pettarani, depan gedung Pinhisi UNM Jl Ap Pettarani, depan Kampus UIN Alauddin, depan Kampus Unismuh, perlimaan Jl Ap Pettarani dan Hertasning serta pintu 1 Unhas Jl Perintis Kemerdekaan.

Hanya saja, aksi unjuk rasa bela rakyat 121 yang dilakukan elemen mahasiswa di depan kampus Unismuh nyaris ricuh. Pasalnya, massa selalu berusaha bakar ban dan menahan kendaraan untuk menutup jalan. Anggota TNI dan Polri pun melakukan pengawalan ketat terhadap para pengunjuk rasa.

Aparat beberapa kali menggagalkan upaya mahasiswa yang ingin menahan kendaraan yang akan dipakai menutup jalan dan dijadikan panggung orasi. Beberapa kendaraan berhasil lewat setelah pihak kepolisian berusaha menghalau demonstran dan membuka jalan bagi para pengguna kendaraan roda empat dan roda dua. Situasi akhirnya memanas saat seorang pengunjuk rasa kembali ingin menahan kendaraan.

Beberapa pengunjuk rasa memaksa menghentikan sebuah mobil. Saat itulah seorang pengunjuk rasa mendorong Kapoksek Rappocini, Kompol Agung Roy saat berusaha membuka jalan bagi pengendara. Namun, aksi dengan tagline bela rakyat itu bukannya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Salah satu warga mengaku, aksi yang dilakukan mahasiswa itu dinilai hanya menyiksa masyakat. “Kita ini tersiksa pak, karena mereka tutup jalan. Bahkan, mobil truk milik masyarakat dihadang dan ditendang-tendang. Bukannya membantu masyarakat, malah menyensarakan,” kata Rustono saat ditemui di bawah Fly Over. (jay/ris)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top