Mengikuti Selera Pasar – FAJAR sulsel
News

Mengikuti Selera Pasar

Muh. Akbar

Beberapa waktu lalu, ada satu perusahaan mencoba meluncurkan produk baru. Rasanya lebih manis. Atas perubahan itu, pasar melakukan protes. Akibat diprotes, produsen akhirnya kembali memproduksi produk asli (produk lama). Namanya pun tetap!.
Peristiwa serupa terjadi lagi. Setelah malang melintang di pasar obat afrodisiak, akhirnya perusahaan atau produsen harus mengikuti selera pasar yang lebih menyukai kapsul ketimbang bentuk cair dalam sachet.

Dua kasus yang dibahas tuntas dalam buku Siasat Jitu Menembus Pasar, menunjukkan betapa kuatnya pasar dalam menentukan posisi produk di pasaran. Pasar itu sendiri sesungguhnya adalah konsumen dalam pengertian yang luas. Dan, dalam pengertian khusus, konsumen dibatasi menjadi pelanggan.

Pelanggan itu sendiri adalah raja yang abadi. Sebagai raja, seleranya tentu bertuah. Bisa memajukan. Bisa mematikan. Singkatnya, mau hidup dan berkembang ikuti selera raja. Sebaliknya, berarti memilih mati.

Untuk menguatkan pilihan, hidup dan berkembang. Resepnya bukan hanya tahu selera raja. Beberapa melakukan banyak hal sebagai perubahan sebagai langkah pengabdian kepada raja.

Pertama, ubahlah pandangan Anda terhadap pelanggan. Pastikan pandangan berpihak ke pelanggan. Ingat, Pelanggan adalah alasan keberadaan suatu bisnis. Tanpa pelanggan kita tidak punya apa-apa. Pelanggan kitalah yang menentukan bisnis kita. Dan, jika kita tidak memahami pelanggan kita, maka berarti kita tidak memahami bisnis kita.

Kedua, ubah sikap Anda terhadap pelanggan. Kata Donald Keough (mantan Presiden Coco-Cola) “Sukses atau gagalnya suatu bisnis tergantung pada sikap para pekerjanya”. Sikap itu sendiri adalah sikap adalah keadaan pikiran yang dipengaruhi oleh kecenderungan perasaan, gagasan/ pikiran, dan tindakan. Fakta menunjukkan sikap yang Anda pancarkan biasanya merupakan sikap yang Anda dapatkan kembali. Praktiknya, Pancarkanlah sikap positif pada pekerjaan Anda. Jangan sebaliknya!

Ketiga, bertindaklah sepenuhnya untuk pelanggan. Beberapa tindakan yang dibutuhkan oleh pelanggan sebagai raja. Pertama, kebutuhan untuk dimengerti – untuk itu banyaklah mendengar & melayani. Jangan sebaliknya, untuk menghindari gelar cerewet. Kedua, kebutuhan untuk merasa disambut baik – untuk itu galakkan 5 S. Senyum. Sapah. Salam. Sopan. Dan, santun terhadap pelanggan. Ketiga, kebutuhan untuk merasa penting – untuk itu ingatlah nama dan perlakukan khusus pelanggan, serta aktifkan umpan balik. Keempat, kebutuhan akan kenyamanan – untuk itu siapkan fasilitas yang memadai pelanggan.

Kembali ke soal pengabdian pada raja. Yang paling penting dipenuhi adalah selera atau kebutuhan raja. Bukan keinginan raja.
Dan, bagi Anda yang memilih untuk memenuhi keinginan raja, tidak ada jalan kecuali menyiapkan ‘jurus mabuk!’

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top