Proyek Ipal di Atas Lahan Sengketa – FAJAR sulsel
News

Proyek Ipal di Atas Lahan Sengketa

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Losari (IPAL) Losari dinilai sulit terwujudkan. Proyek Ipal ini memerlukan pematangan lahan. Sayangnya, proyek dibangun diatas lahan yang bersengketa. Ketika ditelusuri proyek pematangan lahan dan pemagaran Ipal Losari ini.

Di mulai dari proses tender. Proses tender berjalan sejak diumumkan pada 9 Agustus 2016. Pengumuman tender pada 24 Agustus dan penandatangan kontrak pada 6 September tahun lalu. Proyek ini mendapatkan minat dari 35 rekanan atau pihak ketiga. Namun, hanya ada empat rekanan yang mengajukan penawaran.

Rekanan itu, yakni, PT Rezki Aflah Jaya Abadi, PT Sadollah Prima Nusantara, PT Tahta Pratama Sejati dan PT Palindo Inti Nusantara. Alhasil, PT Rezki ditetapkan sebagai pemenang tender yang memiliki pagu Rp20 miliar dan HPS Rp19,8 miliar. PT Rezki berani mengajukan harga penawaran rendah, bahkan paling rendah ketimbang rekanan yang lain.

PT Rezki Aflah Jaya Abadi mengajukan Rp16,8 miliar, PT Sadollah Prima Nusantara Rp17,2 miliar, PT Tahta Pratama Sejati Rp19,5 miliar dan PT Palindo Inti Nusantara Rp19,6 miliar. PT Rezki melakukan pengerjaan penimbunan sirtu dan tanah urugan pilihan dengan tinggi sekitar 2,4 meter di lahan seluas 5,2 hektar. Di mana, waktu pelaksanaan pematangan lahan ditetapkan selama 120 hari sesuai adendum.

Namun, hanya lahan sekitar 1,9 hektar yang ditimbun karena 3,3 hektar lahan masih berkasus di Pengadilan Negeri Makassar. Sebelumnya, A Darmawagus yang dikonfirmasi saat masih menjabat Kabid Sarana, Prasarana dan Lingkungan (SPL) Dinas PU Makassar mengatakan, sisah lahan yang belum tertimbun menunggu putusan pengadilan.

Darmawagus yang kini dimutasi ke Dinas Penataan Ruang Makassar ini menuturkan, alokasi yang disiapkan untuk pematangan lahan 1,9 hektar sebesar Rp20 miliar. Dan nilai kontrak yang disepakati sebesar Rp16,8 miliar. Alokasi itu sudah sesuai dengan perencanaan. Di mana, pematangan untuk 5,2 hektar membutuhkan anggaran sekitar Rp50 miliar.

Namun, anggaran dipecah karena hanya sebagian lahan saja yang boleh dikerjakan. Pematangan lahan menjadi persyaratan untuk pembangunan Ipal Losari. Pematangan berupa penimbunan lahan. Lahan ditunggu hingga padat dan dialakukan pengerjaan fisik pada 2019 nanti. Sedangkan pengerjaan fisik bersumber dari donor Asian Development Bank (ADB) Australia. Nilainya, kata Darmawagus, berkisar ratusan miliar. Dan pematangan lahan direncanakan berlanjut pada tahun ini. (rul/ris)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top