Sulsel Dapat Jatah 100 Ribu Rumah Murah – FAJAR sulsel
News

Sulsel Dapat Jatah 100 Ribu Rumah Murah

Subsidi Rumah MBR

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan realisasi Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) di 2017 untuk 550 ribu unit rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara nasional. Sulsel sendiri mendapatkan jatah 100 ribu unit rumah.

Owner PT Graha Nusantara Lestari, Ambo Ala, salah satu pengembang bergerak sektor rumah murah saat dihubungi Upeks membenarkan bahwa Sulsel mendapatkan jatah 100 ribu unit MBR. Namun, lanjutnya, target tersebut diprediksi sulit terealisasi 100%.

Pasalnya, sektor properti masih banyak kendala yang dihadapi pengembang di daerah diantaranya, biaya operasional pengembang tidak sebanding dengan keuntungan atau margin yang diperoleh. Akibatnya, pengembang terkadang berpikir untuk mewujudkan pembangunan MBR. Belum lagi kondisi ekonomi makro kurang mendukung.

“Kita bersyukur adanya kenaikan subsidi dari Rp1,2 triliun menjadi Rp2,2 triliun secara nasional. Sebagai pengembang saya kira kebijakan tersebut membantu pengembang menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat menengah bawah,” tandasnya saat dihubungi Upeks kemarin.

Kebijakan yang dikeluarkan awal tahun ini juga akan mempermudah atau merangsang konsumen memiliki rumah. Itu berarti akan meningkatkan daya beli masyarakat yang lagi seret di 2016. “Dengan kebijakan tersebut masyarakat akan lebih mudah memiliki rumah layak huni,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjutnya, program tersebut akan terkendala melihat kondisi perekonomian secara makro yang belum menentu. Bahkan, bisa diprediksi masih suram ketimbang tahun-tahun sebelumnya. “Olehnya itu, kami berharap pemerintah daerah memberi kemudahan dalam hal pengurusan biaya administrasi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus melalui situsnya mengatakan, tahun 2017 ada beberapa program yang akan dilakukan guna memenuhi kebutuhan rumah kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Diantaranya, menambah biaya subsidi dari Rp1,2 triliun menjadi Rp2,2 triliun.

“Target Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan sesuai rencana kerja pemerintah adalah sebesar 550.000 unit,” ujarnya.
Maurin juga menjelaskan, bagi perbankan yang ingin menjadi bank pelaksana untuk SBUM harus memenuhi beberapa persyaratan, baik itu bank umum maupun bank umum syariah.

Persyaratan sebagai bank pelaksana SBUM salah satunya mengajukan surat pernyataan minat menjadi Bank Pelaksana kepada Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR.

“Penyalur kredit merupakan Bank Umum mitra pemerintah dalam pengelolaan rekening pengeluaran, rekening penerimaan dan rekening lainnya milik Kementerian Negara, Lembaga atau Satuan Kerja,” Maurin.

Lebih lanjut Maurin mengatakan, program pembiayaan perumahan lainnya, yang sudah dilaksanakan pada tahun 2016 akan tetap terus dilaksanakan di tahun 2017.

Program Pembiayaan Perumahan di tahun 2017 meliputi Program KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), Subsidi Selisih Bunga, Bantuan Uang Muka.”Kita juga akan mencoba program yang baru yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan,” kata Maurin. (mg1/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top