Terkait WNA, Kesbangpol Terbitkan Surat Edaran – FAJAR sulsel
News

Terkait WNA, Kesbangpol Terbitkan Surat Edaran

MASAMBA — Keberadaan warga negara asing (WNA) di Kabupaten Luwu Utara memang perlu dilakukan pendataan, diverifikasi dan dilakukan pemantauan secara kontinyu sehingga keberadaannya memberikan dampak positif bagi masyarakat. Keberadaan WNA ini tentunya diharapkan dapat mendongkrak sektor kepariwisataan yang merupakan salah satu sektor andalan Pemkab Luwu Utara.

“Dalam rangka menjamin keamanan WNA dan masyarakat, stabilitas politik, persatuan dan kesatuan, iklim sector kepariwisataan serta kewaspadaan terhadap segala dampak negatif yang timbul akibat keberadaan orang asing dan organisasi masyarakat asing di wilayah Lutra sehingga diperlukan upaya pendataan bahan, data dan informasi dengan melakukan pemantauan di lapangan,” kata Kepala Badan Kesbangpol Lutra, Enyon S. Sos saat ditemui diruang kerjanya, Kamis 12 Januari kemarin.

Masih menurut Enyon, dengan adanya Surat Edaran Bupati ini, Camat, Kepala Desa dan Lurah selaku garda terdepan pemerintahan agar melakukan pemantauan secara insten di masyarakat jika ditemui WNA di wilayah kerjanya dan melaporkan hasilnya kepada Bupati.

WNA yang dipantau itu baik kapasitas/aktivitasnya sebagai Tenaga Ahli/Pakar/Akademisi/Konsultan asing, Wartawan dan Shooting Film Asing, Peneliti Asing, Artis Asing, Turis Asing, Rohaniawan Asing, Organisasi Masyarakat Asing, maupun tenaga kerja/buruh asing dalam sebuah perusahaan.

Masih kata dia, beberapa titik yang selalu menjadi sasaran WNA seperti di Kecamatan Masamba, Sukamaju, Bone-Bone dan Kecamatan Seko. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Kesbangpol Lutra, tahun lalu setidaknya terdapat 7 orang WNA yang berkunjung baik kapasitasnya sebagai wisatawan seperti di Kecamatan Masamba sebanyak 2 orang WNA, Kecamatan Sukamaju sebanyak 1 orang WNA maupun sebagai rohaniawan atau peneliti agama seperti di Kecamatan Seko sebanyak 4 orang WNA.

“Ada juga WNA illegal yang ditangkap petugas di Bone-Bone dan pasar Sentral Palopo yang indekos di Baliase. Yang Ilegal inilah yang mau ditertibkan dan jika ditemukan, kami akan koordinasi dengan pihak terkait untuk dideportasi ke daerah asalnya,” tutup Enyon. (jun/him)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top