Sulsel Garap Ekspor Produk Makanan – FAJAR sulsel
News

Sulsel Garap Ekspor Produk Makanan

Gub-penghargaan

Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi 7%

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Pemprov Sulsel mengawali tahun 2017 dengan penghargaan yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penghargaan untuk kategori Penggerak Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Teladan 2016 itu diserahkan langsung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, pada acara Pertemuan Presiden dengan Perwakilan Industri Jasa Keuangan, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/1/17).

Penghargaan itu diberikan karena Sulsel dianggap berprestasi dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,05%, dan membuka akses-akses keuangan usaha kecil dan mikro yang beresonansi langsung terhadap sektor jasa keuangan lainnya.

Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutannya mengaku bangga terhadap Provinsi Sulsel. Ia juga meminta agar provinsi lain di Indonesia belajar dan meniru Sulsel serta senantiasa optimistis menatap perekonomian Indonesia sepanjang 2017.

Sementara Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa semua sudah bekerja keras. Penghargaan tersebut merupakan hasil kerja semua pihak, para bupati dan walikota, perbankan serta OJK.

“Yang pasti, semua pihak harus memastikan program 3M 1B (Maju, Mandiri, Modern, dalam Kebersamaan) tetap berjalan karena telah memberikan kemajuan di pertumbuhan ekonomi. Semua pihak juga harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel harus tetap kisaran 7-8%. Kita harus kerja keras lagi untuk menjaga pencapaian ekonomi tahun ini antara 7-8%, dan ini tidak mudah,” kata Syahrul.

Menurut Syahrul, sampai akhir tahun 2016 lalu, pertumbuhan ekonomi Cina untuk pertama kalinya mengalami penurunan. Hal ini perlu diwaspadai lantaran hampir pasti akan ikut membuat ekonomi dunia berkontraksi.

“Tahun 2017 tidak boleh kita anggap ringan. Pertama kali Cina turun pertumbuhannya, dimana sebelumnya tidak pernah di bawah 7-9%. Ini pasti akan pengaruhi dunia. Sebab itu, sekarang kita harus cari lemahnya kita dimana dan bagaimana menutupnya,” terangnya.

Syahrul menegaskan, menyonsong 2017 ini pihaknya tetap mencoba menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas angka 7%. Meski tidak mudah, tetapi setidaknya pihaknya berupaya memaksimalkan aktivitas ekspor menunjang target tersebut.

“Saya coba bertahan di atas 7%. Karena itu, semua kekuatan yang ada, harus menemukan kebutuhan global. Jadi kita masuk ke produk makanan yang dibutuhkan untuk ekspor,” imbuhnya.

Apalagi, lanjut dia, kondisi ekonomi yang sedang lesu dipastikan masih berdampak pada harga nikel yang berada pada titik terendah. Padahal selama ini kontribusi nikel disebutkan antara 7- 9%.

Kepala Biro Perekonomian Sulsel, Sukarniaty Kondolele, mengatakan, TPAKD yang berada dibawah koordinasi Biro Perekonomian Setda Provinsi Sulsel dibentuk pada 30 Maret 2016 melalui Surat Keputusan Gubernur Sulsel.

Penghargaan Penggerak TPAKD Teladan 2016 diberikan kepada pimpinan daerah, yang secara nyata memiliki komitmen dan peran aktif dalam mengawal program TPAKD 2016 melalui pengembangan dan perluasan akses keuangan pada sektor prioritas.

“Salah satunya adalah melakukan akselerasi pembiayaan pada sektor prioritas daerah melalui Gerakan 3 x 1000 Fasilitasi Akses Kredit UMKM Binaan Pemerintah Daerah di Sektor Pertanian dan Perikanan, Mendorong Realisasi KUR dan Kredit UMKM, serta Pembentukan Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) di Sulsel,” jelas Sukarniaty.(eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top