Sekuriti Tersangka! – FAJAR sulsel
News

Sekuriti Tersangka!

* Polda Ungkap Pembunuh Gadis Bajo dari Puntung Rokok

MAKASSAR — Polda Sulsel akhirnya mengungkap pembunuh gadis Bajo. Tak butuh waktu sampai berbulan-bulan. Hanya empat hari menganalisa bukti yang ada, kasusnya sudah terang benderang.

Mulai dari obeng, pisau dapur, dan bukti lain. Kemudian ada juga puntung rokok. Katanya, puntung rokok di belakang rumah korban dengan pos pengamanan sama. Dari sini, polisi dapat petunjuk kuat. Kalau sekuriti tersangka.

Sekuriti perumahan Yusuf Bauty Garden, Saleh, resmi ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Rafika Hasanuddin. Ia ditetapkan tersangka oleh penyidik, setelah melewati berbagai rentetan pemeriksaan.

Saleh diperiksa sejak Selasa 17 Januari 2017, hingga Kamis 19 Januari 2017, kemarin sore.
Saleh sebelumnya adalah orang yang pertama kali melaporkan penemuan mayat Rafika, Senin 16 Januari 2017, lalu.

Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Mochammad Yunus Saputra, membenarkan penetapan sekurit tersangka. “Iya sudah tersangka. Penetapan ini berdasarkan hasil penyelidikan dan beberapa bukti kuat yang mengarah ke Saleh,” kata Yunus.

Ia resmi ditetapkan sebagai tersangka pelaku pembunuhan Rafika Hasanuddin, alumni farmasi UIT dan calon maba profesi apoteker di UMI, Kamis 19 Januari 2017.
Sejumlah bukti memang kuat mengarah ke sekuriti. Misalnya,
puntung rokok yang berada di belakang kediaman korban. Demikian pula tiga puntung rokok di asbak yang diambil dari dalam pos sekuriti.

Ada pakaian diamankan dari dalam pos sekuriti juga ikut diperiksa. Salah satunya, kaos oblong yang terdapat sejumlah noda warna kecoklatan.

Namun, noda tersebut bukanlah bercak darah. “Jadi kita mencari noda darah, namun saat diperiksa, ternyata bukan darah,” kata Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Erwin Zadma.

Polisi juga terlihat mengambil sampel noda kecoklatan pada tembok samping rumah korban, yang juga berada di depan pos sekuriti. Baik kediaman korban dan pos sekuriti memang bersampingan, yang hanya dibatasi seng sebagai penghalang.

Pos sekuriti yang sebelumnya Rabu siang lalu, belum diberi garis polisi, Kamis, kemarin sudah terpasang garis polisi.
Pada olah TKP lanjutan, Kamis 19 Januari 2017, kemarin, polisi juga menemukan petunjuk baru dalam kasus pembunuhan alumni Universitas Indonesia Timur (UIT), Rafika Hasanuddin, di Perumahan Yusuf Bauty.

Sekitar pukul 06:15 Wita, menemukan pisau dapur dan obeng yang disembunyikan di atas topping jendela kamar di bagian kiri yang berada di belakang rumah. Pisau dapur dengan gagang berwarna pink serta obeng tersebut diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban. Diduga obeng itu digunakan pelaku untuk menusuk leher korban dan pisau digunakan mengiris lehernya.

“Pada pisau dapur dan obeng itu, ada percikan darah dan itu sudah diperiksa. Alat itulah yang diduga digunakan pelaku menghabisi nyawa korban yang ditemukan di luar. Namun itu masih dikembangkan,” beber Erwin yang memimpin olah TKP di Perumahan Yusuf Bauty, kemarin.Bahkan, beberapa polisi terlihat mencoba memanjat seng pembatas yang menghubungkan antar pos sekuriti dan kediaman korban.

Ditanyakan terkait apakah pelakunya itu manjat dari samping belakang rumah korban yang juga terdapat pos pengamanan, di mana hanya dibatasi seng, Erwin enggan menjawab hal itu. Menurutnya, itu pertanyaan teknis.

Pada Rabu malam lalu, polisi juga menurunkan anjing pelacak. Hanya saja, anjing tersebut hanya mengitari depan kediaman korban dan ke rumah kosong yang berada di paling sudut sebelah kiri beberapa rumah dari kediaman korban.

Empat hari setelah jasad alumni mahasiswa Farmasi UIT, Rafika Hasanuddin, 22 tahun, ditemukan tewas di Perumahan Yusuf Bauti Garden, Kelurahan Paccinongam Sombaopu Gowa, polisi mulai menganalisis bagaimana kronologi pelaku menghabisi nyawa korban.

Ditambahkan, Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Mochammad Yunus Saputra, menjelaskan bahwa analisis kronologis kematian korban oleh polisi cocok dengan hasil dari anjing pelacak yang diturunkan.

“Analisa kami di TKP cocok dengan kerja anjing pelacak yang diturunkan. Analasis kami bahwa korban ini ditarik dari kamarnya (bagian belakang) ke depan kamar mandi. Di depan pintu WC korban dieksekusi,” jelasnya.

Selanjutnya, kata dia, setelah pelaku mengekseskusi korban. Pelaku kemudian keluar melalui pintu depan. Namun, sebelum keluar pelaku sempat mengintip melalui jendela untuk mengamati kondisi diluar rumah.

“Itu dikuatkan dari jejak kaki pelaku yang mengarah ke jendela dan saat keluar pelaku sempat mematikan saklar lampu yang ada di samping rumah (di bawa AC),” akunya.

Saat anjing pelacak diterjunkan Kamis dini hari kemarin, kedua anjing pelacak yang bernama Hana (betina) dan Tem (laki-laki) itu memang lama berputar-putar di sekitaran depan rumah korban. Kemudian kekedua anjing itu juga mengendus ke samping kanan rumah korban dekat got yang berdampingan langsung dengan pos satpam.

Usai mengendus di sekitaran rumah korban, kedua anjing tersebut langsung mengarah ke rumah kosong yang berada di sisi kiri rumah korban (tiga rumah dari rumah korban).

Di ruamah kosong yang diketahui menjadi tempat jemuran pakaian dan kandang ayam sekuriti perumahan, Saleh. Anjing jantan, Tem sempat lama mengendus tumpukan rumput depan rumah kosong itu, namun setelah dicek, tidak ditemukan apa-apa. Kemudian masuk ke dalam rumah kosong itu bersama pawang anjing unit K9 Polda Sulsel.

Ia memperkirakan waktu kejadian pembunuhan terjadi Minggu 15 Januari antara pukul 01.00 wita-02.00 Wita, dini hari. “Waktu kejadian kan hujan, jadi pengaruh juga karena bisa menghilangkan jejak,” katanya lagi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Darwis Akib menjelaskan bahwa hasil olah TKP, Kamis 19 Januari dini hari yang dipimpin langsung Ditreskrimum Polda Sulsel Kombes Pol Erwin Sadma yang berlangsung kurang lebih tiga jam.

“Kami berhasil mengamankan pisau dapur dan obeng di rumah bagian belakang dengan bercak darah,” katanya.(fjr/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top