SYL: De’ Kupakassiri Ki! – FAJAR sulsel
News

SYL: De’ Kupakassiri Ki!

* Diberi Gelar Sang Pendayung Negeri yang Handal

PALOPO — Kedatuan Luwu menganugerahi gelar adat kepada Gubernur Sulsel, DR H Syahrul Yasin Limpo, SH.,M.Si, MH. Nama gelarnya, ‘La Waniaga To Pawesianna To Wanuae’. Artinya, sang pendayung negeri yang handal. Gelar ini suatu kehormatan bagi SYL. Apalagi, disaksikan para raja dan sultan se nusantara. Di hadapan mereka, SYL menyatakan, ‘de kupakassiri ki!’.

Acara penganugerahan gelar adat kepada SYL tersebut dipenuhi dengan prosesi adat, Jumat 20 Januari 2017. Sebelum penganugerahan gelar adat, Gubernur Sulsel, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH, Bupati Luwu, HA Mudzakkar, dan Bupati Luwu Timur, Thorig Husler serta puluhan raja dijemput dengan tarian pajaga serta pembacaan sinopsis pemberian gelar adat kepada Gubernur Sulsel, dan pengumuman gelar adat oleh Jemma Tongeng Kedatuan Luwu Drs Andi Abdullah Sanad Kadddiraja Opu to Sulolipu.

Dalam sambutannya, SYL mengatakan penganugerahan gelar adat ini merupakan suatu penghormatan yang tertinggi tertinggi sesuatu harga diri derajat dan gengsi di depan para raja.

”Saya berjanji dengan penghargaan ini, de’na kupakassiri ki. Semoga dengan gelar adat ini tidak membuat raja malu kepada saya dan keluarga. Dan tentu saja ini membuat sesuatu berharga dan berarti bagi keluarga dan saya,” sebut SYL sambilm mengatakan sebagai penghormatan dirinya memperkenalkan saudaranya, Ihsan Yasin Limpo, cucunya, Andi Tenri Bilang Pesabbe, serta anaknya.

Menurutnya, dalam kehidupan Yasin Limpo sekeluarga memiliki empat filosofi. Pertama, kebenaran dijunjung tinggi dari agama dalam bentuk filosofi.

”Islam pegangan utama dalam langkah kami berpijak. Karena kami adalah bagian dari pekerja. Ayah saya lima kali bupati, dan dua kali menjadi calon gubernur. Saudara saya Ihsan Bupati Gowa, dan saudara saya mantan Bupati Luwu Timur. Dan rata-rata saudara saya adalah anggota DPRD,” katanya.

Selanjutnya, sebutnya filosofinya adalah kebenaran bermuara.
”Saya pernah jadi kades, lurah, camat, sekwilda, bupati dua periode, wakil gubernur, dan gubernur dua periode,” jelasnya.

Selanjutnya, kebenaran harus dalam bingkai kebenaran. Harus tetap pada pijakan yang ada, serta menjunjung tinggi kultural dan adat budaya.
”Ibu saya bugis dan ayah Gowa Makassar. Tapi kehidupan kami kental akan Kedatuan Luwu karena Andi Djemma teman sehidup semati ayah saya. Oleh karena itu hari ini mengulang sejarah,” tuturnya.

SYL juga membeberkan kalau dirinya telah menerima 207 penghargaan nasional. Yakni 64 meraih recor nasional, 13 rekor dunia, meraih bintang mahaputera utama dari suatu pengabdiannya memberikan 18 provinsi beras yang ada di Sulsel.

”Kita lihat perjalanan besok, Indonesia harus jadi bagian dari kita. Semoga ini berarti bagi kerajaan nusantara dan Kedatuan Luwu,” harapnya.

Usai penganugerahan gelar adat, dilanjutkan dengan pemberian badik luwu oleh Opu Patundru Kedatuan Luwu, Drs Andi Muh Nur Palulllu Opu To Gau, penyematan pin emas Kedatuan Luwu oleh Cenning Luwu, Andi Sitti Huzaimah Opu Daeng Ri Pajung, pemberian piagam kedatuan Luwu oleh Datu Luwu XL Andi Maradang Mackulau. Selain itu juga digelar prosesi adat Luwu Mangngarru atau ikrar sumpah setia, prosesi adat mattoana dan Hiburan tari Jaga Bone Balla dan Tari Sajo.
WALI KOTA JAMU RAJA
Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH menjamu makan siang puluhan Raja dan Sultan se Nusantara di Rujab Sakotae, Kota Palopo, Sulsel, Jumat 20 Januari 2017.

Sedikitnya ada 40 sesepuh Raja dan Sultan se nusantara yang datang santap siang bersama Datu Luwu H Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, dan pejabat lingkup Pemkot Palopo.

Sultan Iskandar Badaruddin, dari Palembang, menuturkan, ini suatu kehormatan baginya bersama rombongan dijamu makan siang oleh Wali Kota Palopo.

Ia juga menegaskan, jika kehadiran negara ini karena para raja mengakui. “Anda ada karena kami mengakui, dan kami lebih dulu dari anda,” tegasnya.
Ratu Kokoda dari Papua Barat, juga naik memperkenalkan diri. Ia mengaku punya darah Makassar dan Wajo. “Ayah saya asli Papua, namun ibu saya berdarah Gowa dan Wajo,” ujarnya.

Datu Luwu XL, H Andi Maradang Mackulau, menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga, karena para raja se nusantara, menyepakati untuk melakukan pertemuan di Kota Palopo.

Wali Kota Palopo yang didampingi Ketua DPRD Palopo Harisal A Latief, mengaku, dirinya tidak menyangka akan bertemu raja-raja se nusantara. Untuk itu, pihaknya menyampaikan selamat datang di Kota Palopo. Ia berjanji akan memberikan yang terbaik di Kota Palopo.

Mereka yang hadir diantaranya Permaisuri Sultan Keraton Cirebon, keluarga besar Puri Paku Alam IX Jogjakarta, Kerajan Sekar Alam Fakfak, Raja Puri Gede Agung Buleleng, Keluarga Kerajaan Klungkung, Kesultan Kutai Ketanegara, Kesultanan Tidore.

Kerajaan Trans Sumedang Lara, Keluarga Kesultanan Aceh Nusantara, Sultan Sumenep Madura, Kerajaan Singosari, Kanjeng Prabu Joyonogero, Raja Tiworo, dan Putra Mahkota Kendari.

Juga ada sesepuh dari Malaysia dan Singapura, yakni Tengku Baha Ismail dari Malaysia, dan Tengku Sawal dari Singapura. Juga hadir Uli Paramita Rusadi.
Raja-raja se nusantara ini akan melakukan musyarawah agung di Hotel Agro Palopo, Sabtu malam. Kemudian akan ada tour Palopo dan Toraja.(rhm/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top