Di Kantin SD, Siswi SMP Itu Disetubuhi – FAJAR sulsel
News

Di Kantin SD, Siswi SMP Itu Disetubuhi

*Lagi-lagi Gegara kenal di Facebook

MALILI–Kasus dugaan pelecehan seksual anak dibawah umur kembali terjadi di wilayah Lutim. Lagi-lagi, penyebabnya media sosial facebook (FB, red). Saat itu, pelaku, yang belakangan diketahui bernama Basri Alias Abbas (20) kenal di FB. Kemudian pelaku mengajak korban inisial FN (14) pelajar SMP yang ada di Kecamatan Tomoni. Itu terjadi Rabu 18 Januari 2017.

Ringkas cerita, setelah berkenalan di FB, pria yang sehari–hari bekerja sebagai buruh bangunan itu melanjutkan komunikasinya melalui handphone.

Merasa saling nyaman, akhirnya pelaku pun menjemput korban di kediamannya di Kecamatan Tomoni.

Korban pun dibawa ke warung yang ada di kompleks Sekolah Dasar (SD) di Maramba, Kecamatan Wotu. Dilokasi tersebut akhirnya pelaku berhasil melampiaskan hawa nafsunya. Usai berhubungan layaknya suami istri pelaku mengantar korban didekat lapangan Tomoni.

Namun kejadian ini tidak belangsung lama, Basri alias Abbas yang tinggal di Dusun Matano, Desa Madani, Kecamatan Wotu, Kabupaten Lutim, dilaporkan korban. Akhirnya buruh bangunan itu kini resmi ditahan aparat kepolisian sektor (Polsek) Wotu setelah dilaporkan kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur, Kamis 19 Januari 2017.

Kapolsek Wotu, AKP Jamal Ansar, melalui Bhabinkamtibmas Polsek Wotu, Brigpol Taufik Pratomo membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, penangkapan pelaku dugaan persetubuhan anak dibawah umur ini atas adanya laporan dari orang tua korban yang merasa keberatan.

Atas dasar laporan tersebut, kata Jamal, pihaknya langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur itu. Karena foto pelaku sudah dikantongi oleh pihak kepolisian akhirnya pelaku dengan mudah dikenali dan langsung diamankan.

“TKPnya di warung kompleks SD Maramba sementara pelaku kita amankan di rumahnya di Desa Madani, Kecamatan Wotu. Pelaku kita amankan karena sudah mengantongi foto yang diberikan dari korban sehingga dengan mudah kita amankan,” ungkapnya.

Pelaku berkenalan melalui facebook dan berkomunikasi menggunakan hanphone, kemudian pelaku menjemput korban di rumahnya dan membawa korban di SD Maramba sehingga terjadi persetubuhan kemudian pelaku mengantar korban didekat lapangan Tomoni.

Jamal menambahkan, akibat perbuatannya, pelaku dijerat Undang–Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Pelaku sudah kita amankan bersama dengan barang bukti lainnya di Mapolsek,” ungkap Jamal.(krm/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top