Merasa Dilecehkan, Wartawan Harian Rakyat Sulsel Akan Tempuh Jalur Hukum – FAJAR sulsel
News

Merasa Dilecehkan, Wartawan Harian Rakyat Sulsel Akan Tempuh Jalur Hukum

ENREKANG, UPEKS.co.id — Wartawan Harian Rakyat Sulsel di Enrekang, Azis Taba, merasa dilecehkan oleh seorang oknum dosen salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar, berinisial Doktor IS.

Azis menilai, pernyataan yang ditulis dosen tersebut di group WhatsApp (WA) Pilkada Enrekang beberapa hari lalu, menyatakan Aziz Taba wartawan digaji oleh Pemerintah Enrekang. Dengan tulisan tersebut, Azis merasa dilecehkan profesinya sebagai seorang wartawan.

Dia mengancam akan melapor ke polisi jika yang bersangkutan tidak menglarifikasi pernyataan tersebut dan memintah maaf kepada wartawan.

“Saya kasih kesempatan 2 X 24 jam kepada Pak Doktor untuk melakukan klarifikasi tentang pernyataannya itu. Saya tidak tenang kalau masalah ini belum diselesaikan, jangan sampai menyebar dan menjadi fitnah. Jika Pak Doktor tidak lakukan klarifikasi sampai batas waktu yang saya minta, maka masalah ini akan saya bawa ke ranah hukum,” tegas Asis.

Selain itu Aziz juga meminta kepada oknum dosen tersebut. Agar menunjukkan daftar list gajinya sebagai bukti jika memang dia digaji oleh Pemkab Enrekang.

Semalam pernyataan Pak Dosen Pertanian di perguran tinggi terbesar di Indonesia Timur itu, sempat jadi pembahasan di Group WA Pilkada Enrekang. Beberapa Wartawan yang bergabung di group tersebut menyatakan sikap keberatan atas pernyataan Pak Dosen yang menyebut salah satu wartawan yang selama ini digaji oleh Pemkab Enrekang.

Inilah kutipan percakapan Pak Dosen melalui WA baru-baru ini. “Bukan persoalan tidak mengerti, kita pahami bahwa Asis wartawan yang harus berpihak pada Penguasa. Karena digaji oleh Pemda Enrekang, jadi kita harus pahami itu,” kata Pak Dosen yang dalam group WA dan disimpan oleh Azis Taba untuk dijadikan bukti dikepolisisan.

Saat dihubungi melalui hp mengatakan, Pak Dosen mengaku dirinya akan mempertanggungjawabkan apa yang dia tulis di group WA.

“Saya tidak bilang, tapi saya tulis dan saya akan bertanggungjawab atas tulisan saya. Ibu silahkan baca apa yang saya tulis digroup WA!” kata Idris setengah membentak sambil buru-buru menutup pembicaraan di ujung handphonnya.

Rencananya, Senin (23/1/17) lusa, beberapa Wartawan akan melaporkan kasus pelecehan terhadap profesi wartawan yang dilakukan Pak Dosen ke Polres Enrekang, jika dia tidak melakukan karifikasi sekaligus permohonan maaf kepada yang bersangkutan. (Sry).

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top