PNS Ini, Ikut Serahkan Senjata Rakitan – FAJAR sulsel
News

PNS Ini, Ikut Serahkan Senjata Rakitan

*Jangan Sampai Masih Ada, Ancaman Hukumannya Berat

PALOPO—Lagi, seorang warga Kelurahan Temmalebba, Udding (55) mendatangi Mapolsek Waru, Sabtu 21 Januari 2017.

Kedatangan tokoh pemuda itu, tidak lain, untuk menyerahkan belasan senjata rekitan ke Polsek Wara Utara (Waru), Kota Palopo. Udding merupakan salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Kota Palopo, yang beralamat di jalan Cengkeh, Kelurahan Temmalebba.

Kapolsek Waru, Iptu Idris SH, menerima langsung penyerahan senjata rakitan disaksikan beberapa anggotanya. Terdapat 2 jenis ketapel dan anak panah (busur, red). Kemudian 3 buah ketapel yang terbuat dari besi dan 16 buah anak panah yang juga terbuat dari besi.

Iptu Idris SH, kepada Palopo Pos, membenarkan adanya penyerahan belasan senjata rakitan oleh salah seorang warga di Kelurahan Temalebba Kota Palopo.

Barang tersebut diserahkan sekitar pukul 16.30 Wita pada hari Sabtu lalu. Hal tersebut tidak lepas dari tindakan pihak Polsek Waru beserta personilnya. Untuk melakukan penggalangan kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Bara sehingga kesadaran masyarakat untuk menyerahkan sendiri senjata rakitan yang mereka miliki.

Sehigga total keseluruhan senjata rakitan yang sudah ada di Polsek Waru, berkisar puluhan jenis, ada papporo. ketapel, dan anak panah.

“Kami menerima belasan senjata rakitan sekitar pukul 16.30 Wita Sabtu, 21 Januari 2017. Dimana sehari sebelumnya (Jumat) kami juga menerima penyerahan senjata rakitan, dari salah seorang warga Temalebba,” ujarnya.

Setelah kurang lebih satu jam kegiatan penyerahan senjata rakitan tersebut. Pada pukul 18.00 Wita, warga yang menyerahkan akhirnya kembali pulang dengan keadaan yang aman dan terkendali.

Sebelumnya, seorang warga bernama Amiruddin juga mendatangi Kantor Polsek Wara Utara. Pria berusia 49 tahun ini mewakili warga RK II Lingkungan Batu Putih, Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara untuk menyerahkan beberapa jenis senjata rakitan.

Mulai dari papporo, ketapel dan busur. Kendati jumlahnya tidak begitu banyak, namun langkah yang dilakukannya patut diberikan apresiasi.

Senjata rakitan tersebut diantaranya, 2 pucuk papporo yang terbuat dari pipa besi, tujuh pucuk ketapel yang juga terbuat dari besi dan 16 pucuk anak panah. Anak panah alias busur ini juga terbuat dari besi.

“Itu kami sampaikan, karena, jika kami menemukan senjata rakita itu saat dilakukannya penyisiran, maka pemiliknya akan kita ambil dan jerat dengan UU Darurat. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” tutup Idris.(rp1/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top