Wali Kota Tinjau Lokasi NUSP-2 – FAJAR sulsel
News

Wali Kota Tinjau Lokasi NUSP-2

PALOPO — Program Neighborhood And Upgrading Shelter Project Phase 2 (NUSP-2) 2016 berjalan sesuai harapan. Dua kegiatanya, yakni skala kawasan dan skala lingkungan telah dinikmati masyarakat.

Olehnya itu, Sabtu 21 Januari 2017 kemarin, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir diundang oleh masyarakat untuk menghadiri acara silaturahim. Itu berlangsung di Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur.

Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH dalam sambutannya menyentil oknum-oknum yang tidak ingin programnya berjalan sukses. Dia juga mengatakan bahwa, 22 janji politiknya, sudah terlaksana. Hanya satu saja yang masih sementara berjalan. Yakni 1 miliar per kelurahan.

“Ini tidak bisa dalam bentuk dana langsung, tetapi dalam bentuk program,” kata Wali Kota, seraya menambahkan, ke depan akan diberlakukan siapa mau bekerja apa. Itu akan ada kantornya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Palopo, Antonius Dengen, saat menyampaikan laporannya, mengatakan, setelah program NUSP-2 ini, pihaknya akan terus menindaklanjuti arahan Wali Kota untuk melanjutkan pembangunan di tahun 2017 ini.

“Di tahun 2017 ini, kita akan membangun septic tank. Itu untuk 2.000 KK. Selain itu, kita juga akan menuntaskan pembangunan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU),” kata Antonius.

Program KOTAKU merupakan upaya strategis dalam rangka meningkatkan peran masyarakat dan memperkuat peran pemerintah daerah dalam percepatan penanganan kumuh dan mendukung gerakan “Seratus Kosong Seratus atau 100-0-100,” jelasnya.

Terkait hal itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) NUSP-2, Dra Hj Nurseha, M.Si menyebutkan, program NUSP-2 menelan anggaran sebesar kurang lebih Rp22 Miliar. Pengerjaannya dimulai awal tahun 2016 dan selesai di akhir tahun.

Kata dia, ada dua kegiatan dalam Program NUSP. Yaitu, skala kawasan sebanyak tiga kelurahan dengan anggaran Rp12,1 Miliar. Ini dialokasikan untuk tiga kelurahan yang masuk kategori kumuh berat yakni Kelurahan Pontap, Kelurahan Ponjalae, dan Kelurahan Penggoli. Masing-masing mendapat alokasi Rp4 Miliar yang dipihakketigakan melalui proses lelang 2016.

Pola kedua yakni skala lingkungan untuk sembilan kelurahan dengan jumlah anggaran Rp9 Miliar atau Rp1 Miliar setiap kelurahan. Pola ini menggunakan model pemberdayaan melalui BKM, yang dikerjakan oleh masyarakat dalam hal ini Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

”Khusus Pontap, Penggoli, dan PonjalaE dapat dua pola yakni pola kontraktual untuk skala kawasan dan pola pemberdayaan untuk skala lingkungan. Jadi selain skala lingkungan Rp1 miliar, juga dapat skala kawasan Rp4 Miliar,” sebutnya.

Wali Kota Palopo juga menyempatkan diri meninjau hasil pembangunan NUSP-2 yakni pembangunan jalan rabat beton dan drainase plus plat. Dimana tujuan dari program NUSP ini adalah agar masyarakat bisa menikmati askes jalan yang baik.(ara/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top