Menjadi Juara Sejati – FAJAR sulsel
News

Menjadi Juara Sejati

Oleh : Dr. Wahyudin, M.Pd/Dosen Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNM

Hal yang tentu tak bisa kita abaikan dalam sebuah pertandingan olahraga di cabang olahraga apa pun di muka bumi ini adalah keinginan untuk menjadi pemenang alias menjadi sang juara.

Tetapi menggapai kemenangan demi kemenangan dalam sebuah pertandingan dan selanjutnya merebut gelar juara bukanlah hal mudah dan tak semudah membalikkan tapak tangan kita. Namun semuanya harus melalui sebuah proses perjuangan yang panjang dengan bermandikan keringat bahkan tak sedikit yang bercucuran air mata dan tetesan darah di atas gelanggang olahraga.

Banyak hal yang dapat kita lihat secara kasat mata di dalam setiap pertandingan di dunia olahraga demi menyabet titel sebagai pemenang. Permainan yang dibingkai dalam sebuah pertandingan tentu akan berhadapan antara lawan dan kawan, ada tim yang saling berhadapan, ada atlet atau pemain yang saling berusaha mengalahkan.

Untuk dapat mengalahkan lawan dibutuhkan seorang pelatih yang menjadi pengatur taktik, strategi dan formasi pemain. Sebab memang perlu kita yakini bahwa peran pelatih sangatlah sentral dalam hal ini, bagaimana dia memilih formasi pemain, membuat taktik dan strategi untuk bisa mengalahkan lawan.

Hanya saja, seorang juara sejati, idealnya harus mampu melakoni pertandingannya dengan penuh taktik, sebab taktik adalah suatu siasat atau akal yang dirancang dan tentu akan dilaksanakan dalam permainan baik oleh perorangan, kelompok, maupun tim untuk memenangkan suatu pertandingan secara sportif.

Meskipun pada hakikatnya, harus disadari sejak dini bahwa kemudian penggunaan taktik dalam olahraga menjadi bagian penting dalam usaha mengembangkan kemampuan berpikir, kreativitas, serta improvisasi untuk menentukan altenatif terbaik dalam memecahkan masalah yang di hadapi dalam suatu pertandingan secara efektif, efesien, dan produktif dalam rangka memperoleh hasil yang maksimal yaitu sebuah kemenangan dalam pertandingan.

Selanjutnya, juara sejati perlu memahami makna yang mendalam untuk dirinya bahwa menjalankan strategi juga menjadi sesuatu siasat atau akal yang dirancang sebelum pertandingan digelar dan peruntukannya pun digunakan oleh pemain maupun pelatih demi memenangkan pertandingan yang dilaksanakan secara sportif dan sehat.

Hal lain yang juga urgen adalah berjiwa ksatria sebagai sikap dimana sang juara sejati mampu berbuat sesuatu yang menghasilkan kebaikan antara individunya dan orang lain. Dalam makna yang sesungguhnya di atas gelanggang olahraga adalah “berperang” melawan nafsu dendam yang berlebihan terhadap lawan ketika akhirnya harus mengalami sebuah kekalahan di atas ring. Sebab sesungguhnya sang juara sejati juga mesti lebih mengutamakan kepentingan orang lain dari pada kepentingan diri sendiri, tetapi hal itulah yang kini sulit untuk dilakukan.

Biarlah kita meraih kemenangan tetapi berikan pula secercah harapan bahagia demi orang lain yang menjadi lawan kita, selama itu benar dan tidak membahayakan “kehidupan” salah satu dari mereka. Daripada kita harus memaksakan kebahagiaan pada diri kita untuk juara, yang sebenarnya kemenangan itu belumlah menjadi jatah dalam karir kita. Memang berat rasanya untuk mengalah demi kebahagiaan orang lain. Namun setidaknya kita bangga pada diri kita, karena kita telah menang melawan rasa egois kita.

Kalah tak selamanya pahit dan getir, suatu saat akan kita temukan manisnya kemenangan yang telah kita pupuk dengan rasa tulus berlatih tanpa kenal lelah itu. Bahkan akan lebih manis dari yang kita bayangkan. Di jagad raya ini memang banyak orang yang mau jadi juara, tapi orang yang juara belum tentu bersikap benar dan memiliki sikap ksatria. Namun hakekatnya, sang juara sejati sudah barang tentu mampu bersikap benar dan ksatria dalam hidupnya.

Berjiwa besar bagi juara sejati juga menjadi bagian dalam perjuangannya terlebih lagi lebih merujuk kepada sikap siap menerima keadaan apapun atau pun mampu mengsyukuri apa adanya. Bahkan rela terhadap kondisi yang ada di depan mata setiap saat. Hanya saja tak harus selamanya atlet terjebak dalam situasi yang buruk, selagi mampu untuk berbuat yang terbaik demi terjadinya perubahan keadaan, maka juara sejati itu akan mampu melakukannya.

Bahkan harus berusaha untuk merubah keadaan menjadi lebih baik bagi diri seorang juara sejati walaupun buruk kenyataannya dan sudah tak mungkin untuk diubah kearah yang lebih baik, namun hal tersebut bahkan akan tetap menjadi cambuk dan sebagai pelajaran baginya. Sikap inilah yang mesti diupayakan untuk tetap dilakoni.

Meski semuanya butuh proses untuk menjalaninya, meskipun sulit dan penuh rintangan, namun sesungguhnya rintangan itu akan membuat juara sejati semakin bisa berpikir lebih dewasa dalam menyikapi dan menyelesaikan suatu tantangan yang ada. Itulah sebabnya seorang juara sejati selayaknya tetap mampu melakukan hal terbaik untuk keberlangsungan prestasi dan hidupnya dan bahkan untuk orang di sekitarnya. Salam Olahraga ! (*)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top