Tak Sebut Luteng, Ketua FOPKALT Berang – FAJAR sulsel
News

Tak Sebut Luteng, Ketua FOPKALT Berang

*SBj: Walmas Betul-betul Dianaktirikan

WALMAS — Peluang besar akan Kabupaten Luwu Tengah (Luteng) untuk menjadi sebuah Daerah Otonomi Baru (DOB) yang sudah didepan mata, tiba-tiba sirna begitu saja.

Betapa tidak, dihadapan Wakil Presiden (Wapres) Yusuf Kalla (JK), Bupati Luwu, H Andi Mudzakkar membacakan pidatonya.

Sayang, isi pidato yang disampaikan orang nomor wahid di Kabupaten Luwu, memupuskan harapan seluruh masyarakat Walmas yang hadir di Belopa, Senin 23 Januari 2017.

Betapa tidak, pidato Cakka, panggilan akrab HA Mudzakkar, hanya menyinggung soal Universitas Andi Djemma (Unanda) serta beberapa item pembangunan yang ada di Luwu. Satu yang tidak disebut, yakni Luteng.

Padahal, harusnya Luteng yang menjadi skala prioritas disebut Cakka, sebab menjadi kebutuhan pokok masyarakat Walmas.
Entah terlupakan atau apakah mungkin ada di tes tapi tidak dibacakan, namun tidak disebutnya nama Luteng, menjadi pukulan berat seluruh lapisan masyarakat yang ada di Wilayah Walmas.
Menanggapi persoalan itu, Ketua Forum.Pembentukan Kabupaten Luwu Tengah (FOPKALT) Kabupaten Luwu, Syukur Bijak SE, marah besar.

Menurut SBj tagline Syukur Bijak, sangat menyayangkan adanya sikap Cakka yang tidak menyebut nama Luteng saat membacakan pidato dihadapan JK.
“Terbukti sudah, bahwa memang Walmas selama ini dianak tirikan. Itupula ditandai dengan pelayanan pengurusan publik yang ada di Walmas, dikembalikan ke kabupaten,” beber SBj, dengan nada kesal, siang kemarin.

Tidak disinggungnya Luteng di hadapan 02 RI, kata SBj, maka sudah bisa terjawab soal mengapa Luteng sudah hampir 12 tahun diperjuangkan tapi sampai detik ini tidak tercapi.

“Itu karena ada orang-orang tertentu yang ingin agar Luteng ini tidak terbentuk. Jadi biar masyarakat yang menilai, siapa orang-orang yang dimaksud itu,” beber SBj.
Terkait dengan tidak disinggungnya Luteng pada pidato dihadapan Wapres, sangat disayangkan SBj selaku Ketua FOPKALT Kabupaten.

“Menurut saya, intinya pdato itu ada pada Luteng, lebih baik yang lain tidak disebut daripada Luteng tidak. Jadi sekali lagi saya selaku Ketua FOPKALT Kabupaten, sangat menyayangkan hal itu,” tutup SBj.(ded/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top