Tetap Solid dalam Keberagaman – FAJAR sulsel
News

Tetap Solid dalam Keberagaman

Tanggal 23 Januari bagi masyarakat Tana Luwu diperingati sebagai hari yang penting. Yakni, Hari Jadi Luwu dan Perlawanan Rakyat Luwu. Meskipun jauh dari kampung halaman, tetapi masyarakat asal Tana Luwu di Jakarta tidak mau ketinggalan memperingati peristiwa heroik tersebut.

Idris Prasetiawan, Jakarta

TAHUN ini genap 71 tahun lalu peristiwa bersejarah tersebut terjadi setahun pasca Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (RI). Bagi masyarakat asal Tana Luwu yang di perantauan, tergabung dalam Kerukunan Keluarga Tanah Luwu (KKTL) di Jakarta juga memiliki tradisi dengan berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta ke sejumlah pusara pahlawan asal Tana Luwu yang dimakamkan di TMP.

Sebut saja ada Andi Abd Aziz Malebbi yang pernah bertugas di Batalyon Siliwangi, Jawa Barat. Ada juga Herman Rante, pilot Garuda Indonesia yang gugur sewaktu bertugas dan melawan pembajakan pesawat di Bangkok tahun 1981. Terus ada juga Mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana (purn) Rudolf Kasenda, serta Yusuf Setya.

Ketua Kerukunan Keluarga Tanah Luwu (KKTL) Dr dr Andi Arus Victor mengungkapkan, dengan momentum peringatan heroik 23 Januari 71 tahun lalu kiranya sebagai generasi penerus dapat dijadikan ajang introspeksi diri dalam melestarikan nilai perjuangan pendahulu.

“Saat ini kita bekerja di masing-masing bidang, melalui pekerjaan tersebut kita terapkan nilai perjuangan pahlawan terdahulu untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat Luwu dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” kata Andi Arus Victor, usai tabur bunga di TMP Kalibata, Senin 23 Januari 2017.

Lebih jauh, Andi menjelaskan dengan adanya kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla di puncak peringatan HUT Luwu dan perjuangan rakyat Luwu di Belopa menunjukkan kalau masyarakat Tanah Luwu tetap solid dan bersatu menjaga kedaulatan NKRI.

“Masyarakat Luwu terdiri dari berbagai macam latar, berbeda agama, dan profesi tetapi bisa menjaga kebersamaan dan tidak terpecah belah. Sebab kekeluargaan lebih diutamakan diata sperbedaan tersebut,” sebutnya.

Di Jabodetabek sendiri jumlah masyarakat asal Tanah Luwu terbilang cukup besar. Untuk wilayah Jakarta Utara saja, kata Andi Arus diperkirakan mencapai 5.000 jiwa.(idr/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top